Cara Fabregas Lecut Pemain Como: Video Pebalap Sepeda Bangkit dari Posisi 6

Cara Fabregas Lecut Pemain Como: Video Pebalap Sepeda Bangkit dari Posisi 6

Kris FW - Sepakbola
Senin, 25 Mei 2026 16:40 WIB
VERONA, ITALY - MAY 10: Cesc Fabregas of Como celebrates at the end of  the Serie A match between Hellas Verona FC and Como 1907 at Stadio Marcantonio Bentegodi on May 10, 2026 in Verona, Italy. (Photo by Image Photo Agency/Getty Images)
Foto: Getty Images/Image Photo Agency
Jakarta -

Cesc Fabregas punya cara unik untuk membakar semangat pemain Como 1907. Ia memutar video seorang pebalap sepeda yang berhasil bangkit dari posisi keenam hingga menjadi juara.

Menariknya, motivasi itu benar-benar berujung manis. Como sukses lolos ke Liga Champions musim depan, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Como memastikan tiket Liga Champions usai menang 4-1 atas Cremonese pada pekan terakhir Serie A 2025/2026. Hasil itu makin sempurna setelah AC Milan gagal mempertahankan posisi empat besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firasat Fabregas

Sebagaimana dilaporkan Football Italia, Fabregas mengaku sudah memiliki keyakinan Como bisa finis di zona Liga Champions bahkan sebelum laga penting melawan Parma.

"Sepanjang hidup saya, bahkan ketika membuat pergantian pemain, saya selalu punya firasat terhadap sesuatu," kata Fabregas kepada DAZN Italia.

"Saya punya firasat sehari sebelum melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan lolos ke Liga Champions."

Video Pebalap Sepeda Jadi Inspirasi

Fabregas lalu menceritakan bagaimana dirinya memotivasi skuad Como. Ia memperlihatkan video seorang pebalap sepeda yang awalnya berada di posisi keenam sebelum akhirnya menyalip semua lawan dan menjadi juara di sprint terakhir.

"Saya menunjukkan video seorang pebalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia terus mengayuh di sprint terakhir dan memenangkan balapan."

"Itulah yang kami lakukan musim ini," ujar mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona itu.

Como Bangkit di Akhir Musim

Fabregas mengakui Como sempat kehilangan momentum musim ini. Dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese membuat peluang mereka menipis.

Namun Como mampu bangkit pada saat paling menentukan. "Kami mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang melawan Udinese, jadi kami tahu harus meraih rangkaian kemenangan. Tapi perasaannya selalu bahwa kami masih ada dalam persaingan," katanya.

Dua tahun lalu Como masih bermain di Serie B. Kini klub kecil asal Italia itu justru berhasil menembus Liga Champions bersama Fabregas.




(krs/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads