Chivu Sempat Alami Masa-masa Sulit di Inter

Chivu Sempat Alami Masa-masa Sulit di Inter

Putra Rusdi K - Sepakbola
Rabu, 27 Mei 2026 11:30 WIB
Soccer Football - Coppa Italia - Final - Lazio v Inter Milan - Stadio Olimpico, Rome, Italy - May 13, 2026 Inter Milan coach Cristian Chivu celebrates with the trophy after winning the Coppa Italia REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Milan -

Cristian Chivu mengungkap sempat mengalami masa-masa sulit di awal kedatangannya di Inter Milan. Namun, ia mampu melewati itu semua untuk membawa Inter mendominasi Italia.

Chivu langsung mampu membawa Inter Milan merajai Italia dengan juara Serie A dan Coppa Italia di musim debutnya. Chivu baru merapat ke Giuseppe Meazza musim panas lalu dari Parma. Pria asal Rumania ini mampu meraih gelar Serie A dan Coppa Italia sebagai pemain dan pelatih.

Meski mampu dominan di kompetisi domestik, Chivu punya catatan kurang baik dengan Inter di Liga Champions. Pada Liga Champions musim ini, Inter tersingkir di babak play-off 16 besar usai kalah dari Bodo/Glimt.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal pada musim sebelumnya, Inter mampu menembus final Liga Champions. Nerazzurri masih ditukangi oleh Simone Inzaghi di musim lalu.

ADVERTISEMENT

Chivu mengungkap menukangi Inter tak sepenuhnya mudah. Terutama saat masa-masa awal musim.

Persiapan Inter tak cukup baik karena masa transisi dari kepelatihan dari Inzaghi ke Chivu. Tekanan untuk Chivu kemudian meningkat karena Inter tak tampil menjanjikan di awal kedatangannya.

"Ekspektasinya tinggi. Jangan lupa bahwa kami tidak punya waktu untuk melakukan persiapan yang layak (karena) Piala Dunia Antarklub, kami hanya punya waktu libur tiga minggu dan ya, Anda bisa melihatnya," ujar Chivu dikutip dari Football Italia.

Namun, perlahan masalah ini biasa diatasi. Chivu mengungkap situasi sulit ini bisa dilewati Inter berkat kerja keras semua pihak.

"(Ini banyak) orang-orang yang melakukan bagian mereka dan dengan ambisi yang mereka miliki, akuntabilitas yang mereka miliki selama musim tersebut, dan kerja keras yang mereka curahkan, semuanya menjadi lebih mudah. Lebih mudah dalam hal mencoba untuk bersaing, mencoba untuk menjadi versi terbaik dari apa pun yang kami miliki saat itu. Selangkah demi selangkah kami membangun sesuatu yang memungkinkan kami untuk merayakan di akhir musim," jelasnya.




(pur/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads