Fans Roma Tolak Rencana Perekrutan Mason Greenwood

Fans Roma Tolak Rencana Perekrutan Mason Greenwood

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 23 Jun 2026 21:15 WIB
MARSEILLE, FRANCE - NOVEMBER 25: Mason Greenwood #10 of Olympique de Marseille looks on during the UEFA Champions League 2025/26 League Phase MD5 match between Olympique de Marseille and Newcastle United FC at Stade Velodrome de Marseille on November
Foto: Getty Images/Catherine Steenkeste
Jakarta -

AS Roma dikabarkan serius meminati Mason Greenwood. Rencana ini ditolak sebagian penggemar mengingat riwayat kriminal sang pemain.

Roma berencana memperkuat lini depannya dan mengincar Greenwood untuk musim panas ini. Transfer penyerang Marseille itu diperkirakan bakal menghabiskan biaya 50 juta Euro.

Tapi rencana itu sudah mendapatkan penolakan dari sebagian fans Roma. Mereka menyoroti riwayat buruk sang pemain dan merasa klub semestinya bisa memilih sosok lebih baik untuk mewakili citra mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Greenwood ditangkap kepolisian pada 2022 karena kasus pemerkosaan, penyerangan, dan kekerasan seksual terhadap sejumlah wanita. Dakwaan itu dicabut oleh kejaksaan pada 2023 karena mundurnya saksi kunci dan penemuan material baru.

Namun kepercayaan terhadap Greenwood sudah anjlok dan ia tak pernah bermain lagi buat Manchester United dan timnas Inggris sejak saat itu. MU melepasnya sebagai pinjaman ke Getafe pada 2023/2024, lalu dijual ke Marseille pada musim panas 2024.

ADVERTISEMENT

Sejumlah penggemar Roma memulai petisi menolak perekrutan Greenwood dan di hari pertama sudah mendapatkan hampir 500 tanda tangan.

"Kami menolak perekrutan Mason Greenwood oleh AS Roma," ungkap petisi di ipetitions tersebut.

"Posisi ini tidak dilandaskan pada kebencian pribadi atau keyakinan bahwa orang-orang tak bisa membangun ulang karier mereka. Ini dilandaskan ke keyakinan bahwa setiap klub puny hak dan tanggung jawab untuk memilih siapa yang mewakili lambang mereka."

"Greenwood sudah terlibat dalam banyak kontroversi serius di luar lapangan, termasuk isu-isu disiplin dengan tim nasional Inggris serta dugaan kekerasan seksual dan domestik yang memicu perhatian seluruh dunia."

"Terlepas dari perkembangan hukumnya kemudian, kejadian-kejadian itu terus membentuk citra publiknya dan membuatnya jadi salah satu sosok paling kontroversial dalam sepakbola modern."



(raw/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads