DetikSepakbola
Senin 03 April 2017, 23:50 WIB

Tuchel Minta Kasus Topeng Aubameyang Tak Dibesar-besarkan

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Tuchel Minta Kasus Topeng Aubameyang Tak Dibesar-besarkan Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay
Dortmund - Pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, meminta kasus topeng Aubameyang tak dibahas lagi. Baginya lebih penting soal performa tim.

Aubameyang jadi pencetak gol untuk Dortmund pada laga derby kontra Schalke 04 yang berakhir 1-1 di Veltins Arena, Sabtu (1/4/2017) malam WIB kemarin.

Gol tersebut membuat Aubameyang kokoh di puncak topskorer Bundesliga dengan 24, sama dengan milik Robert Lewandowski. Meski demikian ada satu hal yang bikin Dortmund berang dengan perayaan gol Aubameyang.

Aubameyang mengenakan topeng yang bercorak petir yang ternyata bagian dari kampanye Nike, sponsor pribadi Aubameyang. Dortmund mempermasalahkan itu karena mereka disponsori oleh Puma yang merupakan rival Nike.

[ Baca juga: Kini Giliran Topeng Aubameyang yang Mengusik Dortmund ]

Hal ini lantas membuat Aubameyang kabarnya akan dipanggil oleh petinggi klub. Pasalnya pemain asal Gabon itu sudah dua kali berbuat serupa dengan yang pertama awal Maret lalu, kala memodif rambutnya dengan gambar lambang Nike.

Tuchel selaku pelatih Dortmund pun kembali ditanya perihal kasus Aubameyang tersebut. Meski demikian dia tak mau membahasnya lagi.

"Kami melihatnya situasi itu sedikit berbeda saat ini ketimbang usai pertandingan kala itu karena kami punya lebih banyak informasi," ujar Tuchel seperti dikutip Soccerway.

"Kami diberitahu sehari sebelumnya bahwa dia sudah merencanakan sesuatu jika bikin gol, tapi kami tidak tahu apa detilnya. Para petinggi klub sudah mengutarakan pendapat mereka. Akan ada pembicaraan lebih lanjut, tapi saya bisa pastikan bahwa fokus kami adalah sepakbola," sambungnya.

"Tentu saja ini membuat segalanya menjadi lebih rumit. Ada konflik kepentingan antara yang terbaik untuk pemain serta klub."

"Dia tidak akan jadi pemain utama yang gampang terpengaruh dunia luar. Tapi kami tidak pernah meragukan karakternya. Anda bisa membicarakan hal-hal kritis dengannya dan dia paham cara pandang klub," tutupnya.



(mrp/rin)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed