Cerbung a la Hoffenheim

Cerbung a la Hoffenheim

- Sepakbola
Senin, 01 Des 2008 12:00 WIB
Cerbung a la Hoffenheim
Hoffenheim - TSG Hoffenheim seperti sebuah cerbung alias cerita bersambung. Dari pekan ke pekan ada saja berita menarik tentang klub "kampung" ini. Hari Jumat nanti akan ada episode terseru mereka.

Hoffenheim, yang dalam sejarahnya baru musim ini tampil di level tertinggi Liga Jerman, masih bertengger di puncak klasemen setelah Bundesliga tergelar 15 pekan. Ini berarti tinggal dua pertandingan lagi mereka bakal menjadi juara paruh musim.

Sejauh ini mereka baru kalah tiga kali, yang dua di antaranya diderita dari tim top seperti Werder Bremen dan Hertha Berlin. Namun mereka juga mampu menaklukkan tim elit lain seperti Hamburg dan Borussia Dortmund, juga menahan juara dua musim lalu, Stuttgart.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terakhir, hari Sabtu (29/11/2008) lalu, tim asuhan Ralf Rangnick ini berhasil menekuk Arminia Bielefeld dengan skor 3-0. Bayern Munich, raksasa nomor satu di tanah Jerman, masih harus menunggu di peringkat dua dengan selisih tiga angka.

Hoffenheim juga merupakan tim paling produktif dengan torehan 40 gol. Dan yang tak kalah mencengangkan adalah fakta bahwa penyerangnya, Vedad Ibisevic, saat ini memuncaki daftar top skorer. Jumlah gol yang dibuatnya (17) bahkan lebih banyak dari jumlah pertandingan yang ia mainkan (15).

Striker asal Bosnia-Herzegovina itu meninggalkan cukup jauh dua rival terdekatnya, yakni Grafite (Wolfsburg) dan Thomas Helmes (Bayer Leverkusen), yang baru mengoleksi 11 gol.

Belum diketahui kapan Hoffenheim akan mengalami siklus menurun. Tapi menurut sosok legendaris Franz Beckenbauer, episode itu akan datang hari Jumat (5/12/2008) mendatang, di salah satu stadion paling indah di dunia, Allianz Arena.

Ya, di hari itu Hoffenheim akan menghadapi Hollywood FC. Inilah momen yang sangat menarik untuk dinantikan, di mana sebuah klub besar yang tak hanya menjadi representasi warga Munich tapi juga orang Jerman, akan bertarung melawan sebuah tim kecil, yang kota markas mereka hanya berpopulasi 3.000-an orang saja, yang bahkan jika tumplek semua ke Carl-Benz Stadion pun, stadion berkapasitas 26 ribu itu masih akan tampak lengang.

"Mereka ada di puncak, telah menang 11 kali dan mencetak 40 gol. Kita harus memberi respek pada mereka. Tinggal tergantung kami, apakah bisa menyamai bahkan melebihi mereka," demikian Beckenbauer kepada sebuah stasium televisi lokal.

"Saya pikir pertandingan nanti akan berjalan ketat. Tapi pengalaman ada di pihak Bayern. Saya berani mengatakan, Hoffenheim takkan bisa menandingi kami selama 90 menit di depan suporter kami. Mereka tidak terbiasa seperti itu," sambung presiden Bayern Munich itu.

Kapten Hoffenheim, Selim Teber, tidak memiliki pendekatan khusus dalam menghadapi Bayern. Buat gelandang keturunan Turki ini, Bayern tidak berbeda dengan tim-tim lain dan harus dikalahkan.

"Seperti yang lain saja. Kami ingin menang. Jadi kami akan menciptakan banyak peluang dan bermain senormal biasanya. Di akhir hari itu semuanya saya pandang sama, seperti apa pertandingan itu nantinya. Yang penting kami bisa menang. Kami takkan mengubah gaya permainan hanya karena kami menghadapi Bayern," tuturnya.

Tentang dongeng mengejar mimpi jadi juara --- hanya Kaiserslautern tim promosi yang langsung menjadi juara di tahun 1998 --, Teber mengatakan bahwa apa yang sudah dicapai timnya belumlah apa-apa.

"Tidak ada medali untuk juara saat jeda musim dingin. Minggu depan kami akan berangkat ke Munich dengan tujuan menang. Itu saja yang senantiasa kami upayakan. Tidak ada yang lain," tukas sang kapten.


Foto: Tiga pemain Hoffenheim, Delim Ba (kiri), Carlos Eduardo (tengah), dan Vedad Ibisevic.

(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads