Kesan frustasi itu ditunjukkan Schaaf setelah timnya kalah 0-1 dari Karlsruhe, Sabtu (6/12/2008). Dari 16 laga yang telah dilakoni, jumlah kemenangan Bremen hampir sama banyaknya dengan kekalahan. Mereka enam kali mencetak tiga angka, tapi lima kali kehilangan poin.
Kekalahan terakhir yang diderita Diego dkk dipastikan oleh gol Stefan Buck di sisa tujuh menit. Yang membuat keadaan lebih buruk adalah Bremen kehilangan Claudio Pizarro yang dikartu merah di menit-menit terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sadar, saya mengulang-ulang. Tapi hari ini sekali lagi sebuah keadaan menghalangi kami melakukan banyak hal dasar. Kami tidak main dengan benar dan harus membayar harganya," tutur Schaaf seperti dikutip Goal.
"Mungkin ini keadaan yang dipikirkan oleh sebagian pemain, bahwa kami sebenarnya hanya memungut apa yang tertinggal di minggu lalu, tapi tidak mengusahakannya. Kami perlu meniru performa seperti itu."
"Sayangnya kami memiliki dua wajah. Kami bisa bermain di level top, tapi juga tampil amat buruk seperti hari ini. Kami seperti ada di sebuah rollercoaster. Sayangnya, kami berada jauh dari target-target kami di musim ini," tandas pelatih berusia 47 tahun itu.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus bekerja dan menganalisis semua kekurangan yang ada. Bremen yang adalah runner up musim lalu, saat ini menduduki peringkat sembilan di klasemen sementara Bundesliga.
(a2s/krs)











































