Masih terlalu dini memang akan seperti apa penampilan pasukan Ralf Rangnick itu selepas winter break. Mereka keluar sebagai juara paruh musim saja mungkin tak banyak yang bakal menyangkanya. Namun, apapun itu mereka layak mendapat respek dan ucapan selamat.
Hoffe keluar sebagai winter champion usai bermain imbang 1-1 dengan Schalke di Carl-Benz Stadion, Senin (15/12/2008) dinihari WIB. Dalam laga tersebut Hoffe tertinggal lebih dulu oleh gol Gerald Asamoah, namun berhasil menyelamatkan diri lewat gol Selim Teber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk saat ini Hoffe hanya ingin menikmati kesuksesan tersebut dulu. Berpikir langsung menjadi juara setelah promosi--seperti apa yang dilakukan Kaiserslautern tahun 1998--mungkin terlalu jauh. Pasalnya, mereka sendiri saja cukup terkejut dengan keberhasilan ini.
"Apa yang terjadi tahun ini sangat tak bisa dipercaya. Pertama, penampilan yang meningkat, lalu peringkat nomor satu di klasemen. Sangat fantastis, apa yang telah dilakukan semua orang di tim ini," tandas Dietmar Hopp, pemilk Hoffe, di situs resmi klub.
"Sangat penting memiliki keberhasilan seperti ini menjelang winter break. Kami tak tampil bagus di babak pertama. Tetapi, semakin lama pertandingan, semakin bagus permainan kami," ucap Teber.
Selain keberhasilan menjadi juara paruh musim, Hoffe juga sukses menghadirkan penyerang mereka, Vedad Ibisevic, sebagai top skorer. Sejauh ini Ibisevic sudah menghasilkan 18 gol, unggul jauh dari penyerang-penyerang top Bundesliga lainnya semisal Luca Toni dan Miroslav Klose.
Selain deretan catatan bagus di atas, Hoffe juga sukses mengundang respek dari kalangan lain. Manajer Munich, Jurgen Klinsmann, misalnya yang memuji Hoffe sangat tinggi usai pertarungan antara kedua tim beberapa pekan lalu.
"Hoffenheim adalah tim Bundesliga terbaik yang pernah kami lawan di Allianz Arena. Dan mereka tidak berada di puncak karena kebetulan-kebetulan."
(roz/din)











































