Sanogo diperkenankan membela Hoffenheim sampai akhir musim ini selesai, setelah tempatnya di skuad Thomas Schaaf pun terbatas. Ia harus bersaing keras dengan Markus Rosenberg, Hugo Almeida, Claudio Pizzaro, dan penyerang masa depan Jerman, Aaron Hunt.
Bagi Hoffenheim, Sanogo boleh jadi pilihan terbaik yang bisa mereka ambil setelah striker Denmark Niclas Bendtner menolak meninggalkan Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang baru Bosnia itu pun divonis absen sampai musim ini selesai. Kesempatan menjadi top skorer Bundesliga pun hampir dipastikan lenyap, walaupun ia mampu mengoleksi 18 gol dari 17 pertandingan di paruh pertama musim.
Sementara Sanogo, ia tidak asing dengan sepakbola Jerman karena negara inilah karir Eropa-nya dimulai. Ia digaet Kaiserslautern di tahun 2005, lalu pindah ke Hamburg setahun kemudian, sebelum bergabung ke Bremen di musim panas 2007.
"Boubacar tak cuma bisa berbahasa Jerman, tapi juga tahu Bundesliga. Dia yang terbaik untuk tipikal pemain yang merapatkan jarak (lini tengah dengan depan)," tutur manajer Hoffenheim, Jan Schindelmeiser.
"Transfer ini terjadi sangat tiba-tiba. Saya senang sekaligus sedih karena saya merasa sangat bahagia di Bremen, tapi mungkin aku harus punya kesempatan main lebih banyak di Hoffenheim," tutur Sanogo.
Pemain berusia 26 tahun itu akan langsung disiapkan pelatih Ralf Rangnick untuk tampil dalam laga pertama Bundesliga pasca winter break akhir pekan ini. Hoffenheim di hari Sabtu akan menjamu Energie Cottbus di stadion baru mereka,Rhein-Neckar Arena, yang berlokasi di daerah Sinsheim.
(a2s/roz)











































