Dalam pertandingan yang dihelat di Schuco-Arena, Sabtu (6/2/2009) dinihari WIB, itu Arminia sebenarnya lebih menguasai pertandingan. Dari data yang dilansir Soccernet, tim tuan rumah berhasil melesakkan 15 kali tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang dan menguasai 51% ball possession.
Sementara Hertha hanya berhasil melepaskan lima tendangan dan tiga di antaranya menemui sasaran dan memegang 49 persen penguasaan bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arminia baru bisa membalas pada lima menit menjelang turun minum melalui tandukan Artur Wichniarek memanfaatkan crossing Radim Kucera. Gol tersebut sekaligus menjadi gol penutup di laga ini karena hingga peluit panjang dibunyikan, kedua kubu gagal menambah gol.
Hasil ini membuat posisi Hertha tak beranjak dari peringkat kedua dengan nilai 37. Tim asuhan Lucien Favre itu rentan dilewati Hamburg SV dan Bayern Munich yang sudah mengumpulkan 36 dan 35 poin dan baru akan bertanding belakangan.
Sedangkan Arminia tetap berada di papan bawah, tepatnya di peringkat 14 dengan 18 angka. Posisi ini menjadikan mereka tetap rentan dari seretan degradasi.
Susunan pemain:
Arminia: Eilhoff; Bollmann, Mijatovic, Schuler, Radim Kucera; Marx, Kauf, Katongo, Muntenau (Kamper 45); Kirch (Halfar 80), Wichniarek.
Hertha: Drobny; Simunic, Kaka, Stein; Von Berger, Cufre (Chermiti 45), Cicero, Nicu, Ebert (Domovchiyski 84); Voronin, Raffael (Babic 64).
(arp/arp)











































