Kalah dengan selisih tiga gol bukan kali pertama dirasakan Hoffe karena di pekan ketiga mereka juga takluk atas lawan yang sama dengan skor 2-5. Namun ditambah faktor-faktor pendukung lain, skuad besutan Ralf Ragnick mungkin saja tengah menuju akhir penampilan gemilang mereka.
Kekalahan 1-4 atas Leverkusen dinihari tadi merupakan kali pertama Hoffenheim tumbang di kandang sendiri. Dalam laga tersebut Demba Ba cs benar-benar dibuat tak berdaya, mereka kemasukan dua gol saat laga masih berada di bawah durasi 12 menit sementara dua gol loainnya juga datang diwaktu yang berdekatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah Hoffe sudah benar-benar telah mengakhiri kejutannya di Bundesliga? Itu mungkin saja terjadi. Kehilangan mesin gol utamanya, Vedad Ibisevic, hingga akhir musim, Ragnick kesulitan mencari striker yang bisa cukup diandalkan. Alhasil di tiga laga perdana 2009 mereka cuma sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah.
Tapi mungkin terlalu dini untuk menilai habis klub yang baru musim ini berlaga di kasta teratas sepakbola Jerman itu. Toh di paruh pertama lalu mereka juga dipecundangi Leverkusen dengan 2-5 namun akhirnya mampu duduk di puncak klasemen pada penutup tahun.
"Ada beberapa hal penting dalam pertandingan itu, terutama gol di menit 45 dan 46. waktu terjadinya gol tersebut benar-benar menyulitkan kami. Tapi semuanya kini tergantung pada bagaimana kami bereaksi saat menghadapi Stuttgart," sambung Ragnick.
Kekalahan ini membuat Hoffenheim harus bersiap turun dari puncak klasemen. Bayern Munich yang kini tertinggal satu poin baru akan bertanding malam nanti dengan bertandang ke Hertha Berlin. Jika FC Hollywwod mendapat tiga poin, maka anak asuh Juergen Klinsmann akan memuncaki klasemen. (din/din)











































