'GrafiKo' -- begitu kalah boleh menyingkat pasangan gado-gado Brasil-Bosnia tersebut --Β telah menyihir publik sepakbola Jerman lewat ketajaman dan dominasinya di Bundesliga musim ini.
Ketika paruh pertama selesai, orang masih tercengang pada sosok Vedad Ibisevic, yang mencetak 18 gol dari 17 pertandingan, seiring dengan fenomena tim kampung Hoffenheim. Tapi pasca winter break ia terkena cedera, dan sampai saat ini belum pulih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain non-Wolfsburg terdekat dengan Grafiko adalah Mario Gomez (Stuttgart/23 gol) dan Patrick Helmes (Bayer Leverkusen/21). Dengan sisa satu pekan, hanya Gomez yang paling mungkin menyalip Grafite dan Dzeko, dan caranya adalah mencetak minimal hat-trick ke gawang Bayern Munich akhir pekan ini, sedangkan Grafiko mandul saat menghadapi Werder Bremen.
Siapa Grafite? Pemain bernama asli Edinaldo Batista Libano ini baru dua musim bermain di Volkswagen Arena. Ia dibawa ke Jerman setelah satu musim bermain di Liga Prancis bersama Le Mans, di mana ia mencetak 11 gol.
Pemain berusia 30 tahun itu mengawali karirnya di Brasil di klub Santa Cruz sebelum pindah ke klub yang lebih besar, Gremio. Di tahun 2003 ia sempat hijrah ke Asia untuk memperkuat klub Korea Selatan, Anyang LG.
Hanya beberapa bulan di Negeri Ginseng, Grafite kembali ke tanah leluhurnya untuk membela Goias, lalu bergabung ke Sao Paulo mulai musim 2003 sampai 2006. Dari Sao Paulo, setelah mengemas 17 gol dari 44 laga, mulailah Grafite melenggang ke Eropa, dimulai dari Le Mans.
Pemain dengan tinggi bada 189 cm ini pernah pula merasakan atmosfer tim nasional Brasil. Pada 27 April 2005 ia melakoni debut internasionalnya dan langsung mencetak satu gol ke gawang Guatemala. Namun, itulah satu-satunya caps Grafite sampai saat ini.
Bagaimana Edin Dzeko? Ia masih muda, umurnya baru 23 tahun. Sama seperti Grafite, ia juga masuk Wolfsburg di tahun 2007. Ketika itu ia dibeli pelatih Feliz Magath dengan harga empat juta euro.
Dzeko memulai karirnya sebagai gelandang di klub kota kelahirannya, Sarajevo, FK Zeljeznicar. Kemudian, di tahun 2005 ia digaet ke Praha dan bermain di klub FC Teplice.
Selama dua musim membela klub Liga Republik Ceko tersebut Dzeko tampil cukup tajam sebagai penyerang, dengan menghasilkan 16 gol dari 43 laga. Di awal karirnya di Wolfsburg, ia tampil impresif dengan menorehkan lima gol dan tiga assist dari 12 pertandingan. Situs Sportal.de menobatkannya sebagai penyerang terbaik paruh pertama musim 2007/2008.
Kini Grafite dan Dzeko menampilkan permainan yang jauh meningkat. Gabungan gol keduanya adalah 68 persen dari total gol yang telah dihasilkan Wolfsburg di musim ini.
Duet Grafiko bahkan sudah melebihi kesuburan 'Kloni', yakni perpaduan Miroslav Klose dan Luca Toni, yang musim lalu memproduksi 34 gol. Tapi kini duet maut Bayern Munich itu baru menghasilkan 25 gol, yang itu baru sebatas torehan gol Dzeko.
(a2s/roz)











































