Sudah bukan berita baru kalau Ribery menjadi aset paling panas di bursa transfer musim panas tahun ini. Klub-klub besar macam Real Madrid, Barcelona, Manchester United dan terakhir Chelsea mengantri untuk mendapat tanda tangan pemain usia 26 tahun itu, walaupun The Bavarian telah memagarinya dengan harga selangit.
Kalau Bayern masih keukeuh untuk mempertahankan sang pemain, itu sudah jelas karena sejak kedatangannya dari Marseille dua tahun lalu, Ribery langsung menjelma jadi roh permainan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, bagi mantan kapten sekaligus kiper Munchen, Oliver Kahn, mempertahankan mati-matian Ribery saat ini sama saja dengan menambah masalah bagi tim.
Analisanya, saat ini pikiran Ribery pasti sudah bercabang antara bertahan atau hijrah ke klub yang lebih besar, demi mendapatkan prestasi lebih dan tentunya gaji yang lebih besar, akan menganggu konsentrasi pelatih dan rekannya yang lain.
"Pemain yang sudah berpikir ide untuk pindah ke Real Madrid, Barca atau lainnya, selalu membuat segalanya menjadi ragu," ujar Kahn yang dilansir AFP.
"Anda harus menyikapi hal ini secara serius, bila tidak pemain itu (Ribery) akan lebih banyak menjadi masalah daripada menjadi solusi buat klub," sambungnya.
Menurut Kahn, dengan atau tanpa Ribery pun FC Hollywood tetaplah sebuah tim yang kuat. "Tidak adanya Ribery, tak akan membahayakan bagi klub."
Apa ada alasan lain sehingga eks kiper timnas Jerman ingin agar pemain yang bernama muslim Bilal itu agar cepat meninggalkan klub? "Dengan merekrutnya, Bayern telah memberinya kesempatan untuk menjadi seorang pemain terbaik di Eropa ," pungkas Kahn yang kini jadi General Manager Schalke 04.
Jadi, dilirik dari perkataan Kahn tersebut, tampaknya sudah tiba waktunya bagi pemain Prancis itu untuk memperkuat tim yang kelasnya di atas Munchen.
Bagaimana denganmu, Ribery? (mrp/arp)











































