Hoffenheim Gaet Bek Kawakan Kroasia

Hoffenheim Gaet Bek Kawakan Kroasia

- Sepakbola
Rabu, 01 Jul 2009 09:00 WIB
Hoffenheim Gaet Bek Kawakan Kroasia
Hoffenheim - Tim sensasional Bundesliga musim lalu, TSG 1899 Hoffenheim, mencoba menguatkan lini belakangnya. Klub besutan Ralf Rangnick itu merekrut bek top kawakan asal Kroasia, Josip Simunic.

Menurut laporan media-media setempat, Hoffenheim membayar tujuh juta euro atau sekitar Rp 100 miliar kepada Hertha Berlin untuk memindahkan hak kepemilikan Simunic. Di Rhein-Neckar Arena pemain berusia 31 tahun itu dikontrak sampai 30 Juni 2012.

"Dengan merekrut Josip kami telah mengisi sebuah jarak yang penting dalam pertahanan kami, yang menganga dengan hengkangnya beberapa pemain berpengalaman," demikian Rangnick tentang perekrutan tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simunic adalah salah satu pemain belakang terbaik yang pernah dihasilkan Kroasia. Walaupun berposisi sebagai vek tengah, tapi ia memilih teknik sepakbola yang luar biasa. Rekannya di timnas, Niko Kranjcar, mengatakan bahwa "di lapangan latihan dia bisa melakukan gerakan pura-pura seperti Ronaldinho".

Pria setinggi 195 cm itu sudah kenyang makan asam garam Liga Jerman. Setelah memulai karir profesionalnya di negara tempatnya "numpang lahir dan besar", Australia, ia langsung mencicipi Bundesliga bersama Hamburg SV dari 1997 sampai 2000.

Setelah itu, selama sembilan musim Simunic menjadi bagian vital di skuad Hertha Berlin. Di level internasional, ia telah 71 kali membela Kroasia sejak 2001 dan menghasilkan tiga gol. Ia tampil di Piala Dunia 2002 dan 2006, serta Euro 2004 dan 2008.

Salah satu cerita menarik tentang Simunic terjadi di Piala Dunia 2006. Dalam laga Kroasia melawan Australia, pemain kelahiran 18 Februari 1978 itu mendapat kartu kuning kedua di menit 90. Namun wasit Graham Poll lupa menyuruhnya keluar lapangan. Baru tiga menit kemudian ia diusir, setelah mendapat kartu kuning ketiga karena melakukan protes keras.

Kejadian itu membuat Poll tidak lulus seleksi untuk pertandingan knockout, dan bahkan memutuskan pensiun dari kancah internasional pasca turnamen akbar di Jerman itu. Belakangan wasit top Inggris itu mengaku salah saat mengeluarkan kartu kuning kedua karena menganggap Simunic adalah pemain Australia bernomor punggung 3.

Simunic pun tak luput mendapat kritikan dari insiden itu. Ia dinilai tidak sportif karena tidak secara jantan mengusir dirinya sendiri dari lapangan setelah diganjar kartu kuning kedua. (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads