Hari dimulainya era itu adalah Rabu (1/7/2009) kemarin, ketika Van Gaal untuk pertama kalinya memimpin latihan tim Bayern, dan juga ia memperkenalkan staf kepelatihan, serta mengadakan wawancara umum dengan wartawan dalam kapasitasnya sebagai bos baru Hollywood FC.
Dalam latihan, hampir semua pemain hadir termasuk pemain baru Mario Gomez dan Anatoly Tymoshchuk. Beberapa yang absen di antara Lucio dan Luca Toni, yang habis mengikuti Piala Konfederasi di Afrika Selatan, dan bintang lokal Bastian Schweinsteiger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku belajar bahasa Jerman lima hari seminggu, dari jam 9 pagi sampai 6 sore," ungkap Van Gaal. General manager Uli Hoeness pun memberi pujian. "Luar biasa sekali bahasa Jerman yang telah dikuasai Louis dalam beberapa minggu ini. Pidatonya pun sangat mengesankan pada tim."
Lalu Van Gaal berbicara panjang lebih tentang dirinya, tim, dan masa depan Bayern di tangannya, setelah ia ditunjuk menukangi Miroslav Klose dkk, setelah musim lalu dipegang Juergen Klinsmann dan diakhiri oleh Juup Heyckness.
"Mia san mia (dalam bahasa Bavaria berarti 'kita adalah kita'), dan aku adalah aku," demikian Van Gaal mendeklarasikan dirinya. "Mantap, arogan, dominan, jujur, bekerja keras, inovatif, tapi hangat dan berorientasi pada keluarga. Itulah secara umum kepribadianku."
"Aku juga seorang komunikator," sambungnya. "Para pemain akan segera menyadari diri mereka sendiri, karena aku ingin menularkan filosofi-filosofiku secepat mungkin."
Dalam diri Van Gaal, kerja sama tim adalah inti dalam kepelatihannya. "Kita harus menjadikan Barcelona sebagai contoh. Seperti kami, mereka juga punya banyak pemain bagus. Tapi mereka bekerja sebagai tim. Itulah alasan mereka sukses. Aku yakin kami bisa melakukannya juga. Kami harus menjadi sebuah tim yang sesungguhnya."
Saat ditanya butuh berapa lama ia akan membangun Bayern, ia menjawab, "Dua tahun, mungkin." Dan ia melanjutkan, "Untuk menanamkan filosofiku, butuh berjam-jam latihan. Kami tak punya itu. Aku akan sangat senang kalau dalam dua bulan pertama kami bisa melaluinya dengan baik, tak banyak pemain cedera dan sering menang."
Tentang target yang ingin diwujudkan, Van Gaal mengatakan, "Tujuanku adalah sama dengan tujuan Bayern Munich. Tujuan kami adalah berjuang untuk meraih banyak trofi, di liga dan juga di Piala Jerman, sertaΒ Liga Champions.
"Aku ingin kami masuk babak delapan besar, tak cuma musim ini, tapi setiap tahun. Dan mungkin, di akhir periode Van Gaal bisa memenangi Liga Champions. Aku selalu ingin membuat sejarah, dan mudah-mudahan aku bisa menorehkannya dengan positif di Bayern."
(a2s/key)











































