Rumor kepergian Ribery dari FC Hollywood ke Los Merengues semakin santer usai pemain yang bersangkutan sempat mengeluarkan ultimatum. Selanjutnya, ancaman dari 'Si Codet' itu ditanggapi dingin oleh pihak klub.
Mungkin merasa jengah dengan rumor serta usaha pendekatan Madrid, Hoeness pun melontarkan ucapan yang menyindir Los Blancos.
"Saya berharap, negosiator dari Real Madrid Pedro Jimenez paham peraturan monopoli," ujar Hoeness seperti dilansir dari AFP.
"Monopoli merupakan permainan yang sering dimainkan dengan anak-anak di Jerman. Dua tahun silam, Bayern melakukannya. Kami membeli sebuah lahan parkir, selanjutnya membangun empat hotel berbintang di atasnya," lanjut Hoeness.
Lewat ucapan itu, Hoeness hendak menyatakan tentang pembelian Ribery pada tahun 2007. "Kami baru akan melepas hotel-hotel itu bila kami terancam bangkrut atau dalam keadaan darurat," lanjut manajer umum Bayern sejak tahun 1979 itu.
"Sederhananya, hotel-hotel itu terlalu bernilai bagi kami. Kami harus membayar sangat mahal bila kami melepasnya," tambah Hoeness.
Menutup pembicaraan, pria berusia 57 tahun itu masih membuka kemungkinan bahwa tawaran Madrid bisa diterima. "Namun bila ada seseorang yang mengajukan tawaran gila, maka kami bakal mempertimbangkannya," pungkasnya. Tawaran gila ini juga pernah diucapkan Hoeness pada pertengahan bulan lalu.
Akankah Madrid menanggapi tantangan "bermain monopoli" dari Hoeness? (nar/krs)











































