Tak dipungkiri keberhasilan VfL Wolfsburg menjuarai liga untuk pertama kalinya musim lalu merupakan andil besar keduanya. Dengan sumbangan 28 dan 26 gol, Grafite dan Dzeko, didaulat sebagai duet tersubur dalam sejarah Bundesliga.
Mampukah mereka mengulang prestasi sensasional itu di musim ini? Kenapa tidak, kalau semua faktor mendukung, termasuk bahwa Wolfsburg di bawah komando Armin Veh bisa tampil baik dalam kapasitasnya sebagai juara bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di barisan pemain-pemain haus gol, yang layak diwaspadai adalah kuartet bomber asal Bayern Munich. Publik pasti tahu bagaimana kualitas Miroslav Klose, Luca Toni, serta dua penyerang baru Mario Gomez dan Ivica Olic.
Masalahnya, siapa di antara keempat forward tersebut yang terkena rotasi dalam kebijakan Louis van Gaal. Gomez yang pembeliannya dari VfB Stuttgart menjadi rekor transfer termahal di Jerman (30 juta euro atau Rp 432 miliar), berpeluang besar menjadi starter reguler, mengingat dia pun rekor gol luar biasa di Bundesliga.
Boleh jadi kans Toni dapat dikatakan yang paling kecil untuk menjadi pasangan Gomez di depan. Faktor cedera, usia yang menginjak 32 tahun dan menurunnya performa sang pemain bisa membuat Toni tersingkir dari tim utama.
Klose sendiri bisa dibilang masih produktif dan dia juga penyerang utama timnas Jerman. Sementara Olic, walaupun bersatus sebagai pendatang baru, namun kemampuannya bermain sebagai second striker bisa jadi nilai plus di mata Van Gaal.
Nama-nama lawas lain seperti Patrick Helmes (Bayer Leverkusen), Vedad Ibisevic (Hoffenheim) serta sinyal kebangkitan dari dua pemain yang terpuruk musim lalu, Lukas Podolski (FC Koeln) dan Kevin Kuranyi (Schalke 04), bisa jadi ancaman untuk Grafiko dan kuartet Bayern.
Jangan lupakan pula pendatang dari belahan timur Eropa yaitu Pavel Pogrebnyak. Dibeli Stuttgart sebagai suksesor Gomez, penyerang timnas Rusia itu berpeluang jadi striker tertajam di Liga Jerman. Semasa membela Zenit St Petersburg, Porgebnyak mencetak 22 gol dari 58 penampilannya serta berhasil membawa timnya menjuarai Piala UEFA dan Super Eropa di tahun 2008.
Kita tunggu saja adu tajam para pengganggu gawang tim lawan ini.
(mrp/a2s)











































