Martin didatangkan ke Volkswagen Arena dari Newcastle musim panas ini. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tengah ini disebut-sebut akan sulit menembus posisi inti karena di lini depan Wolfsburg telah bercokol duet Grafite dan Edin Dzeko yang tampil sangat impresif musim lalu.
Β
Bagaimana tidak, di musim 2008/09 keduanya berada di peringkat satu dan dua daftar top skor Liga Jerman dengan 28 dan 26 gol. Mereka mengungguli striker-striker beken Bundesliga macam, Mario Gomez, Claudio Pizzaro, Luca Toni dan Miroslav Klose.
Dan di musim ini, Grafite dan Dzeko posisinya di tim inti Wolfsburg tetap tak tergeser. Armin Veh yang baru ditunjuk sebagai pelatih Die WΓΆlfe tetap mempercayai keduanya sebagai muara serangan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Wolfsburg menekuk Stuttgart 2-0, di pekan pertama Bundesliga, Martins sama sekali tidak dimainkan. Namun ia berhasil menunjukkan kehebatannya kala hanya bermain selama setengah jam pada saat timnya bertandang ke FC Cologne.
Masuk lapangan di menit 62 pemain kelahiran 28 Oktober 1984 ini berhasil mencetak gol kedua bagi Wolfsburg melalui aksi yang memukau. Martins menggocek bola melewati dua pemain belakang lawan sebelum melepaskan tembakan yang tak bisa dibendung kiper Cologne. Laga itu sendiri dimenangi Wolfsburg dengan skor 3-1.
Aksinya masih terus berlanjut. Lagi-lagi tidak dimainkan sejak awal, Martins kembali menyumbang satu gol saat Wolfsburg ditekuk Hamburg SV, 2-4 di akhir pekan lalu. Baru diturukan usai turun minum, penyerang internasional Nigeria ini menyumbang satu gol untuk memperkecil kedudukan.
Dua gol yang dicetak Martins hanya dalam total waktu 73 menit itu mengungguli perolehan Grafite dan Dzeko yang masing-masing baru mencetak satu gol di ajang Bundesliga. Jika terus dapat mempertahankan performa ciamiknya, bukan tidak mungkin pemain yang terkenal dengan selebrasi dengan gaya salto ini dapat menggeser salah satu dari dua nama di atas di tim inti Wolfsburg.
Namun jika Veh lebih memilih untuk terus memainkan Martins sebagai senjata rahasia, hal itu tak jadi soal selama sang pemain terima-terima saja. Toh ia juga dapat tampil meledak meski hanya bermain kurang dari separuh laga. (din/arp)











































