Jadi kandidat terkuat juara, Bayern mengawali kompetisi dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Terakhir pada akhir pekan lalu, mereka dipermalukan oleh klub promosi, Mainz, dengan skor 1-2.
Terlempar di posisi 14 klasemen jelas bukan sesuatu yang diprediksikan banyak orang akan terjadi pada Bayern Munich. Argumen bahwa kompetisi baru dimulai memang bisa diterima, namun cuma bisa meraih dua poin atas Hoffenheim dan Werder Bremen menunjukkan kalau Bayern punya pe er untuk diselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Klinsi itu akhirnya dipecat pada bulan April silam dan posisinya digantikan oleh Jupp Heynckes sampai akhir musim. FC Hollywood akhirnya merampungkan musim dengan catatan 20 kemenangan, tujuh seri dan tujuh kekalahan. Mereka finis di posisi dua dengan nilai 67, tertinggal dua poin dari Wolfsburg.
Musim ini mereka kembali dengan ambisi untuk membenahi kekacauan di musim lalu sekaligus kembali tampil sebagai juara. Van Gaal yang ditunjuk sebagai pelatih jelas bukan orang sembarangan. Pria 58 ini pernah meraih medali juara Liga Champions, Piala UEFA, Liga Spanyol dan Liga Belanda. Curriculum vitae yang cukup meyakinkan untuk memimpin Bayern.
Tetapi, fakta berkata lain. Hasil di tiga laga awal menimbulkan pertanyaan, "Apakah Bayern sedemikian sulitnya ditangani hingga pelatih sekelas Klinsi dan Van gaal saja kesulitan?" Supremo Bayern, Franz Beckenbauer, membantah pemikiran tersebut.
"Felix Magath, Ottmar Hitzfeld dan terakhir Jupp Heynckes saja bisa. Tentu saja Van Gaal tidak senang dengan situasi ini, tak seorang pun dari kami juga," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.
"Melawan Hoffenheim (pada laga pertama) kami tertidur di 30 menit pertama, melawan Bremen (di laga kedua) kejatuhan itu datang belakangan dan pada laga melawan Mainz, wow!" Beckenbauer seperti kehilangan kata-kata memikirkan laga yang disebut terakhir.
"Saya tak memiliki penjelasan untuk pertandingan melawan Mainz. Di babak pertama, tak ada seorang pun pemain yang memenuhi standar starting eleven," tandasnya.
Van Gaal sendiri memiliki analisis mengapa Bayern selalu tampil jeblok. "Cara kami memulai pertandingan sangat mengecewakan. Itu awal yang buruk. Kami berusaha membenarkannya di babak kedua, tapi itu selalu terlambat dalam sepakbola. Anda harus langsung bermain sejak menit pertama," keluh Van Gaal.
(roz/din)











































