Ada Cerita Lagi Tentang Hoffenheim dan Ibisevic

Ada Cerita Lagi Tentang Hoffenheim dan Ibisevic

- Sepakbola
Senin, 28 Sep 2009 13:09 WIB
Ada Cerita Lagi Tentang Hoffenheim dan Ibisevic
Hoffenheim - Masih ingat dongeng Hoffenheim di musim lalu? Dongeng itu memang sudah lama selesai, seiring dengan terbenamnya Vedad Ibisevic. Tapi sosok itu mulai terbit lagi, seiring kembali mencuatnya Hoffenheim.

Bundesliga sempat dikejutkan oleh sensasi tim "kampung" Hoffenheim saat menjadi juara paruh pertama di musim dingin. Sensasinya adalah saat itu status mereka adalah tim promosi, bahkan debutan di level tertinggi Liga Jerman.

Dongeng tim besutan Ralf Rangnick itu berbarengan dengan munculnya seorang Ibisevic, yang mampu mencetak 18 gol dalam 17 pertandingan. Namun, saat kompetisi rehat di bulan Januari, pemain asal Bosnia itu patah kaki dan divonis absen sampai musim berakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiadaan Ibisevic di lapangan seperti melumpuhkan Hoffenheim. Analisis lain adalah mereka "kaget" bisa menjadi bintang sedemikian cepat. Penampilan mereka di paruh kedua menurun, dan akhirnya "hanya" finish di urutan ketujuh.

Musim telah berganti, Hoffenheim perlahan-lahan menanjak lagi. Menahan seri Bayern Munich di laga pertama, mereka sudah menelan kekalahan di pekan kedua saat ditekuk Bayer Leverkusen 0-2.

Selanjutnya, Die Hoffe memperlihatkan grafik performa menanjak. Mereka tak terkalahkan dalam lima partai berikutnya, termasuk memenangi empat yang terakhir dengan produktivitas yang cukup tinggi: mencetak 13 gol. Tim terakhir yang mereka hempaskan adalah Hertha Berlin dengan skor 5-1, Minggu (27/9/2009).

Hal istimewa lain dari kemenangan itu adalah Ibisevic telah kembali mencetak gol, setelah mandul dalam enam pertandingan comeback-nya di liga. Tak tanggung-tanggung, ia mendulang tiga gol alias hat-trick, di detik ke-44, menit keempat dan 41.

"Di beberapa pertandingan terakhir aku memang tidak bikin gol, tapi aku pun tidak bermain jelek," tuturnya seperti dikutip AP. "Hari ini gol-gol datang lagi. Aku main dengan sepasang sepatu baru dan aku sangat senang bisa mencetak tiga gol. Benar-benar senang."

Sebelum Ibisevic, pemain lain yang lebih dulu menjadi kunci Hoffenheim di awal musim ini adalah Chinedu Obasi Ogbuke dan Carlos Eduardo. Chinedu saat ini menjadi top skor tim dengan empat gol, sedangkan Eduardo mengambil peran sebagai penyeimbang lapangan tengah, sepeninggal Selim Teber ke Eintracht Frankfurt.

Khusus Eduardo, ia sedang berusaha keras menjawab kritikan pemilik klub, Dietmar Hopp, terkait rekor tiga kartu merah yang didapatnya tahun lalu. IaΒ  bertekad tak mudah terpancing provokasi lawan dan lebih dewasa dalam mengendalikan emosinya. Dan sejauh ini ia dapat nilai plus.

Hoffenheim saat ini bercokol di posisi tiga besar di klasemen sementara di bawah Hamburg dan Leverkusen. Cerita apa yang dibuat lagi oleh merekaΒ  -- dan juga Ibisevic -- akan diketahui nanti-nanti, seiring kompetisi yang rutenya masih panjang itu. (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads