Oezil meninggalkan Bremen dan berlabuh di salah satu klub raksasa Eropa, Real Madrid. Kepergian bintang Jerman di Piala Dunia 2010 ini terasa cukup mengejutkan karena Bremen begitu keukeuh untuk menahannya.
"Dua hal datang bersamaan. Kemajuan yang kami dapatkan kurang bagus dalam perjuangan kami untuk memperpanjang kontrak dengan Mesut. Kami juga sudah berusaha menjalin pembicaraan yang konstruktif. Namun pada akhirnya Real Madrid melakukan langkah besar dalam hal tawaran yang diajukan," tukas manajer Klaus Allofs seperti dikutip dari situs resmi Bremen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Oezil telah pergi. Pemain berdarah Turki itu sudah menjadi masa lalu bagi Bremen. Tim berjuluk Die Gruen-Weissen harus menjalani hidup tanpa Oezil.
Ini bukan kali pertama Bremen harus kehilangan salah satu bintangnya. Musim lalu pemilik empat kali gelar juara Liga Jerman itu harus melepas Diego ke Juventus. Nyatanya Bremen juga tak goyah. Posisi tiga klasemen akhir Bundesliga jadi milik tim yang didirikan 4 Februari 1899 itu.
"Saya membandingkan situasi ini dengan transfer Diego. Saat itu kami tidak butuh pemain baru sebagai pengganti langsung meski solusinya ketika itu sudah kami punya. Kini kasus serupa terjadi," ujar Allofs.
"Kami menaruh kepercayaan penuh kepada pemain yang ada. Saya melihat pemain seperti Aaron Hunt dan Marko Marin sudah menunjukkan yang menunjukkan kinerja baik selama persiapan. Kami tidak melihat perlunya mencari pengganti secara cepat. Namun itu bukan berarti kami tidak berusaha mencari investasi (pemain) yang bagus untuk masa depan tim," tutup dia.
Bremen sejauh ini membuktikan mereka bisa 'hidup' tanpa Oezil. Salah satu buktinya adalah ketika mereka mengatasi Sampdoria dalam playoff Liga Champions, Kamis (19/8/2010) dinihari WIB.
(nar/rin)










































