'Cinderella' Itu Bernama Mainz

'Cinderella' Itu Bernama Mainz

- Sepakbola
Minggu, 03 Okt 2010 01:22 WIB
Cinderella Itu Bernama Mainz
Mainz - Ada "Cinderella" di Bundesliga musim ini. Ia bernama FSV Mainz 05. Tim berjuluk Die Nullfuenfer ini telah masuk buku rekor. Meski begitu ia masih diragukan untuk bisa konsisten hingga akhir musim.

Mainz mencatatkan dirinya dalam buku rekor Liga Jerman dengan mencatatkan tujuh kali kemenangan dari tujuh partai awal kompetisi. Tim asuhan Thomas Tuchel ini menyamai catatan Bayern Muenchen musim 1995/96 dan Kaiserslautern di musim 2001/2002.

Kemenangan teraktual Mainz dibukukan saat menghadapi Hoffenheim, Sabtu (2/10/2010) malam WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski berhasil masuk buku rekor, namun Tuchel menganggap sepi rekor tersebut. Ia memilih untuk menyoroti penampilan anak buahnya.

"Sebelum pertandingan, saya bahkan tak memikirkan tentang rekor. Buat saya itu hanya isu," ujar Tuchel dilansir dari AFP. "Di babak pertama kami kurang pede dan bahkan keunggulan di awal laga belum memberikan kami rasa aman," ujar dia.

"Hoffenheim memberikan kami masalah besar. Namun setelah istirahat kami lebih baik dan melancarkan tekanan," ujar trainer 37 tahun tersebut.

Fenomena Mainz telah menyita perhatian. Pasalnya, selain mereka bukan jajaran tim elit di Jerman. Selain itu dalam beberapa musim terakhir mereka menjadi tim yo-yo, yakni promosi-degradasi-promosi lagi-dan seterusnya.

Salah satu pemain kunci Mainz adalah gelandang Lewis Holtby. Pemain kelahiran 18 September 1990 ini memang bukan pencetak gol. Namun ia adalah spesialis assist bagi Die Nullfuenfer.

Penampilan Holtby pun mencuri perhatian pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew. "Passing-nya sepadan dengan harga tiket masuk," tukas Loew.

Kisah manis Mainz bagaikan kisah Cinderella. Mereka bukan tim yang digadang-gadang bersinar di Bundesliga musim ini, namun kini Lewis Holtby dkk. justru meninggalkan para pesaingnya.

Ibarat Cinderella, tetap saja masih ada anggapan bahwa laju Mainz tidak akan lama. "Mainz saat ini tampil menjanjikan. Meski begitu mereka mungkin saja bernasib seperti Hoffenheim, yang memimpin klasemen di sepanjang tahun 2008 tapi setelah itu jatuh," ujar legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer seperti dikutip dari Bild.

(nar/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads