Ceritanya, di hari terakhir bursa transfer musim dingin, 31 Januari 2011, Koeln berusaha menggaet pemain Hamburg SV, Eric-Maxime Choupo-Moting. Namun hingga tenggat pukul 16.00 waktu setempat (pukul 17.00 GMT) terlewati, transfer itu gagal.
Apa sebabnya? Ternyata, mesin faks yang dipakai Koeln untuk mengirim dokumen yang diperlukan ke Liga Sepakbola Jerman (DFL), ngadat dan setelah diulangi, proses itu baru sukses dilakukan 12 menit selewat tenggat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DFL memberi tahu kami kalau dokumen itu tidak sampai tepat waktu dan transfer itu tidak dapat dilakukan," sesal GM Koeln, Claus Horstmann, seperti dikutip Soccernet.
"Posisi mereka adalah mereka tidak bisa berbuat apa-apa bila menyangkut masalah teknis. Demikian juga kami," imbuh Horstmann.
Koeln kemudian mengajukan banding kepada DFL dan berharap ada dispensasi. Namun AFP mengabarkan, pada Kamis (3/2/2011) waktu setempat, permohonan Koeln itu ditolak.
DFL menyatakan bahwa penolakan itu diberikan karena aturan tetaplah aturan dan mereka hanya berusaha menjamin integritas bursa transfer.
(arp/krs)











































