Highlight Bundesliga 2003/2004

Highlight Bundesliga 2003/2004

- Sepakbola
Jumat, 28 Mei 2004 15:56 WIB
Jakarta - Werder Bremen berhasil menjungkirbalikkan ramalan juara. Ailton menjadi top skor sekaligus mengantar Bremen merengkuh gelar keempat sepanjang sejarah mereka. Kerja keras menjadi kunci keberhasilan Bremen menjadi kampiun di liga Jerman musim ini. Dua pekan sebelum kompetisi berakhir, gelar juara berhasil mereka rebut dari tangan juara bertahan Bayern Munich lewat kemenangan 3-1 di Stadion Olimpiade Munich. Berkat torehan gol-golnya buat Bremen, Ailton boleh didaulat sebagai pemain terbaik musim ini. Bek berusia 20 tahun yang masuk timnas Jerman, Phillip Lahm, menjadi pemain muda terbaik musim ini, sementara bintang paling menurun jatuh ke tangan Tomas Rosicky. Berikut gambaran umum Bundesliga 2003/04:Juara: Werder BremenLiga Champions: Bayern Munich, Bayer LeverkusenPiala UEFA: Stuttgart, Bochum, Borussia DortmundDegradasi: 1860 Munich, Frankfurt, CologneStatistikJumlah partai: 306Jumlah gol: 909Rata-rata gol: 2,97 per partaiTotal kartu kuning: 1261Total kartu merah: 78Statistik Tim:Kemenangan terbanyak: 22 (Bremen)Kekalahan terbanyak: 23 (Cologne)Gol memasukkan terbanyak: 79 (Bremen)Gol kemasukkan terbanyak: 67 (Freiburg)Kartu kuning terbanyak: 94 (Wolfsburg) Kartu merah terbanyak: 7 (Hannover, 1860 Munich, K'lautern)Penonton terbanyak: 1.346.000 (Dortmund)Rata-rata penonton terbanyak: 79.176 (Dortmund)Statistik Pemain:Pencetak gol terbanyak: 28 Goncalves Ailton (Bremen) Kartu kuning terbanyak: 11 Thomas Riedl (K'lautern) dan Alexander Schur (Frankfurt)Kartu merah terbanyak: 2 Michael Ballack (Munich), Julian de Guzman (Hannover), Diego Placente (Leverkusen), dan Enrico Gaede (M'Gladbach)Pemain Terbaik: Ailton (Bremen)Meski sama-sama berasal dari Brasil, Ailton bukan Ronaldo. Namun di Bremen, Ailton mungkin lebih terkenal dibandingkan superstar asal klub Real Madrid itu. Musim ini Bremen sangat identik dengan pria berusia 30 tahun itu. Pasalnya ia sering menjadi penentu kemenangan timnya lewat gol-gol telat. Dua puluh delapan gol yang ditorehkannya buat Bremen membuktikan ketangguhan kaki dan kepalanya. Ailton pun mengantar Bremen menjuarai gelar Bundesliga keempat dalam sejarah mereka. Secara pribadi torehan golnya juga menjadi yang terbanyak di Bundesliga sejak tahun 1981.Pemain muda terbaik: Phillip Lahm (VfB Stuttgart)Usianya baru 20 tahun. Namanya juga mungkin baru dikenal setelah bergabung ke Stuttgart dari tim amatir Munich awal musim ini. Namun cukup semusim bagi pemuda setinggi 170 cm ini untuk unjuk gigi. Berkat kecepatan, kepandaian, dan profesionalitasnya, bek kanan Stuttgart ini bisa menunjukkan kematangan di lini belakang jauh melebihi usianya. Tak heran pelatih timnas Jerman Rudi Voeller memilih Lahm dalam jajaran skuadnya di Piala Eropa mendatang. Ia akan berdampingan dengan seniornya seperti Jens Nowotny, Christian Woerns, dan Frank Baumann di lini belakang 'Tim Panser'. Bintang paling menurun: Tomas Rosicky (Borussia Dortmund)Pesepakbola berusia 23 tahun itu mengalami musim yang sangat tak mengenakkan. Mulai dari patah lengan hingga cedera punggung dideritanya musim ini. Anggota timnas Republik Ceko itu hanya mencetak dua gol tanpa satu pun assist. Padahal musim lalu ia termasuk playmaker yang cukup bagus buat Dortmund. Karena kontribusinya yang jauh dari maksimal klub 'hitam-kuning' itu hanya berakhir di peringkat enam klasemen akhir Bundesliga. Tim musim ini: Timo Hildebrand (Stuttgart), Lucio da Silva (Leverkusen), Juan Dos Santos (Leverkusen), Marcelo Bordon (Stuttgart), Valerin Ismael (Bremen), Michael Ballack (Munich), Fabian Ernst (Bremen), Zvonimir Soldo (Stuttgart), Ailton (Bremen), Roy Makaay (Munich) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads