Regulasi baru yang dirilis manajemen Bremen tersebut bukan tanpa sebab. Klub yang musim lalu terpuruk di posisi 13 klasemen akhir tersebut khawatir pemain yang melukis kulitnya terkena infeksi atau mengalami masalah kesehatan lain akibat jarum tato.
Bremen tak mau mengalami nasib seperti Hamburg SV yang kehilangan Eljero Elia. Sang winger terpaksa absen panjang setelah membuat tato baru di tubuhnya pada Maret 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aturan baru Bremen tersebut bisa jadi akan mengecewakan beberapa anggota skuad mereka yang gemar mentato kulitnya. Tercatat kiper Tim Wiese, bek Naldo dan pemain muda asal Austria Marko Arnautovic punya banyak tato di tubuhnya.
(din/a2s)










































