Dewan Pusat Agama Islam Jerman memberi fatwa bahwa pesepakbola Muslim tidak wajib berpuasa di bulan Ramadan kali ini tetapi dapat menggantinya di lain waktu di saat tidak ada agenda pertandingan.
"Pemain profesional bisa mengganti puasa di periode di mana tidak ada pertandingan. Dengan cara itu, mereka tetap menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan dan bulan suci Ramadan," ujar Ketua Dewan Pusat Agama Islam Jerman Aiman Mazyek seperti dikutip AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu perihal puasa di kalangan pesepakbola sempat memantik kontroversi ketika pada tahun 2009, klub Divisi 2 FSV Frankfurt memberi peringatan kepada tiga pemainnnya yang berpuasa di bulan Ramadan tanpa memberi tahu sang manajer.
Tahun lalu, Federasi Sepakbola Jerman (DFB) bersepakat dengan para pemimpin umat Islam untuk memberi kesempatan kepada para pemain berpuasa, yang merupakan satu dari lima rukun Islam.
Sejak tahun lalu pula, Dewan Pusat Agama Islam Jerman menjalin diskusi dengan asosiasi pemain serta meminta pendapat dari cendekiawan Muslim.
Dalam pendapatnya, para ahli di Universitas Al-Azhar di Mesir menyatakan bahwa mengganti puasa di luar Ramadan dimungkinkan bagi pesepakbola profesional agar mereka tetap bisa bermain prima.
Foto: Franck Ribery, salah satu pesepakbola Muslim yang bermain di Jerman. (AFP/Christof Stache)
(arp/arp)











































