Dari era Xavi Hernandez, sampai Andres Iniesta, Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerard Pique, Pedro Rodriguez, dan hingga yang paling anyar seperti Thiago Alcantara dan Isaac Cuenca, Barca telah menunjukkan diri sebagai salah satu klub yang sukses menelurkan pemain berbakat. Hasil di lapangan pun berbicara dengan sendirinya mengenai sukses itu.
Permainan apik Barca disebut tak lepas dari solidnya skuad dan betapa pahamnya pemain-pemain binaan klub mengaplikasikan filosofi klub dalam permainan. Hasilnya, tiga gelar La Liga dan dua gelar Liga Champions sejak tahun 2009 berhasil mereka raih. Trofi-trofi itu pun masih ditambah dengan dua gelar Kejuaraan Dunia Antarklub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang-orang hanya berbicara soal Barcelona dan talenta muda mereka. Tapi, kami juga tidak buruk," ujar Hoeness kepada DPA.
"Lihat saja tim kami saat ini: (Bastian) Schweinsteiger, (Philipp) Lahm, Mueller, (Holger) Badstuber, Kroos, dan Alaba," lanjutnya.
Mueller telah menunjukkan bahwa dirinya pemain depan jempolan sejak musim 2009/10 dan pada Piala Dunia 2010 lalu. Sementara kini, giliran Kroos yang unjuk kebolehan sebagai salah satu gelandang serang terbaik di Bundesliga.
"Kroos telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Jika Anda ingin mengejar Barca, Anda butuh pemain seperti dia," tukas Hoeness.
(roz/roz)










































