Michael Balack sudah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola Oktober tahun lalu. Federasi sepakbola Jerman (DFB) dinilai layak untuk menggelar laga perpisahan sebagai satu penghargaan untuknya.
Ballack boleh dibilang mengakhiri kariernya di timnas dengan tak manis. Dia yang mendapatkan cedera pergelangan kaki saat masih membela Chelsea, akhirnya gagal masuk dalam skuat Der Panzer di Piala Dunia 2010.
Tapi, cedera yang menimpa Ballack itu seakan membuka jalan untuk pemain-pemain muda semisal Thomas Mueller, Sami Khedira dan Mesut Oezil untuk bersinar saat membela Die Mannschaft.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan apiknya performa skuat muda Jerman, Joechim Loew memutuskan untuk tak lagi memanggil Ballack untuk memperkuat timnas. Ballack pun akhirnya memutuskan pensiun dari timnas bulan Juni 2011 dan sepenuhnya menggantung lebih dari setahun setelahnya.
Tak seperti Oliver Kahn yang dibuatkan pertandingan perpisahan, hingga kini DFB belum juga mengisyaratkan untuk melakukan hal serupa untuk Ballack.
Oleh karena itu, salah satu penggawa timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, menilai bahwa DFB layak menggelar satu pertandingan perpisahan sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di timnas.
"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki. Sialnya, selalu tertanam di pikiran Anda bahwa dia tidak pernah memenangkan satu gelar internasional," jelas Schweinsteiger di Fox Sports Asia.
"Tak beruntungnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan. Dia melakukan hal yang luar biasa untuk sepakbola Jerman."
"Saya melihatnya baru-baru ini di Munich dan dia menanyakan kepada saya apakah saya ingin mermain di laga perpisahan, jika dia mengundang saya, dan klub mengizinkan, saya akan datang," ungkapnya.
Ballack memang belum pernah memenangi satu piala saat membela timnas. Namun, catatan dua kali runner-up piala dunia dan satu tempat kedua di Piala Eropa merupakan satu prestasi yang tak begitu buruk.
(cas/din)











































