Bayern Munich menjadi tim terakhir yang dilatih Jupp Heynckes. Usai memberi Die Roten tiga gelar di musim yang baru saja tuntas, dia akhirnya memilih memasuki periode pensiun.
Dengan kontrak yang habis di musim panas 2013 ini, Heynckes tak dapat deal baru dari Bayern. Klub Bavaria itu sudah sejak awal tahun sudah menunjuk Josep Guardiola sebagai bos baru buat Bastian Schweinsteiger dkk.
Setelah mengantar Bayern meraih treble winners, pria 68 tahun itu mengindikasikan kalau dirinya masih akan melatih lagi, meski tidak dalam waktu dekat. Namun dalam wawancara terbarunya dengan Majalah Spiegel, Heynckes menyebut kalau dia sudah menjalani 'perpisahan yang sangat berharga'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu keputusan yang tepat untuk mengganti generasi. Bayern harus mengejarnya (Guardiola). Jika Bayern tidak mendapatkan pengganti memadai, maka saya akan bisa melakukan pembicaraan lagi (memperpanjang kontrak), tapi saya memilih kondisinya berjalan seperti sekarang ini," lanjut pelatih kelahiran Moenchengladbach, 9 Mei 1945 itu.
Heynckes memulai karir melatihnya sebagai asisten di Moenchengladbach pada 1979, dia kemudian naik jadi pelatih utama di klub tersebut dan bertahan hingga 10 tahun kemudian. Dia kemudian menjadi pelatih di banyak klub berbeda, di antaranya, Athletic Bilbao (dua kali), Eintracht Frankfurt, Tenerife, Real Madrid, Benfica, Schalke 04, Bayern Munich (interim), Bayer Leverkusen, Bayern Munich (tiga kali, satu sebagai interim).
Selain trofi-trofi yang didapat bersama Bayern, Heynckes juga meraih gelar juara Liga Champions dan Piala Super Spanyol bersama Madrid serta dua kali mengantar Schalke 04 memenangi Piala Intertoto.
(din/nds)











































