Pep Tak Akan Ubah Gaya Main Bayern

Pep Tak Akan Ubah Gaya Main Bayern

- Sepakbola
Rabu, 30 Apr 2014 15:23 WIB
Pep Tak Akan Ubah Gaya Main Bayern
REUTERS/Kai Pfaffenbach
Munich -

Kekalahan telak Bayern Munich dari Real Madrid membuat Pep Guardiola dikritik keras terkait gaya bermain timnya. Tapi Pep bersikukuh untuk terus memakai gaya tiki-taka yang sangat diagung-agungkannya.

Sejak ditangani Pep, Bayern boleh dibilang masih sama tangguhnya dengan kala dipegang Jupp Heynckes dan malah terlihat lebih sulit ditaklukkan. Penguasaan bola selama mungkin membuat lawan-lawan kerap kesulitan.

Tapi ada yang hilang dari permainan Bayern yakni soal daya "membunuh" mereka dan rasio gol mereka pun relatif menurun musim ini. Bayern pun tak lepas dari kritik terkait gaya Pep yang dinilai hanya mementingkan ball possesion dan seperti mengurangi penetrasi ke kotak penalti serta bikin gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di dua laga semifinal Liga Champions kontra Madrid, kritik itu kian memuncak setelah penguasaan bola yang di atas 70 persen tak berarti apapun karena Die Roten harus kalah agregat cukup telak 0-5 dan gagal mempertahankan trofi Liga Champions.

Madrid seperti mengajari Bayern bagaimana harus mencetak gol lewat permainan efisien serta taktik serangan balik yang mematikan.

Meski demikian Pep tak mau memusingkan kritik tersebut dan memilih tetap setia dengan gaya bermainnya.

"Tidak ada argumen pasti terkait sistem bermain saya usai hasil ini dan Anda bisa berkata sesukanya. Tapi saya tidak bisa mengubah apa saya suka. Saya suka bermain dengan bola. Alasannya kami kalah karena kami kalah dalam penguasaan bola. Di babak kedua kami lebih banyak menguasai bola," ujar Pep seperti dikutip Guardian.

"Saya ingin tim lebih sering menguasai bola dan banya pemain yang menyerang, terlepas dari apa yang Madrid lakukan adalah serangan bali,. Kami harus berpikir apakah ini cara bermain terbaik dengan pemain yang saya punya. Ini akan saya diskusikan dengan klub, sambungnya.

"Ketika Anda bisa menguasai bola dengan baik dan fokus pada segala hal, maka segalanya akan berjalan baik untuk Anda. Kami hanya tidak mampu menguasai bola dengan baik. Kami melakukan itu di London melawan Arsenal dan sekarang."

"Melawan tim fantastis, jika Anda tidak bisa menguasai bola, maka Anda tidak boleh memberi mereka kesempatan untuk berlari. Saya tahu mereka punya banyak sekali pemain yang menunggu untuk merebut bola dan melakukan serangan cepat," paparnya.

(mrp/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads