Lahm Bela Taktik Guardiola

Lahm Bela Taktik Guardiola

- Sepakbola
Kamis, 08 Mei 2014 01:31 WIB
Lahm Bela Taktik Guardiola
Bongarts/Getty Images/Lennart Preiss
Munich - Pelatih Bayern Munich Pep Guardiola dikritik karena gaya main timnya yang tak efektif. Tapi, taktik Guardiola mendapatkan pembelaan dari kapten Bayern, Philipp Lahm.

Sama seperti saat masih melatih Barcelona, Guardiola juga menerapkan gaya permainan yang mengandalkan penguasaan bola di Bayern. Hasilnya pun bisa dilihat dari rata-rata ball possession Bayern musim ini, yang mencapai sekitar 60-70 persen pada setiap pertandingan.

Di Bundesliga, taktik semacam itu membuat Bayern terlihat sangat perkasa. Die Roten pun bisa merebut titel dalam waktu tercepat sepanjang sejarah.

Tapi, ceritanya lain di Liga Champions. Bayern gagal mempertahankan gelar karena dihentikan Real Madrid di babak semifinal.

Dua kali berhadapan dengan Madrid, Bayern memang tampil sangat dominan dan unggul jauh dalam penguasaan bola. Tapi, mereka tak bisa mencetak satu gol pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, Madrid yang mengandalkan serangan balik dan bola-bola mati malah lebih efektif. Mereka menang agregat 5-0 atas Bayern.

Setelah timnya dikalahkan Madrid, Guardiola menegaskan bahwa dia tak akan mengubah taktik atau gaya main Bayern. Hal ini mendapatkan dukungan dari Lahm.

"Dari tahun 2008 sampai 2012, Barcelona adalah tolok ukur untuk semua orang di seluruh dunia dan memainkan sepakbola yang luar biasa. Tapi, tujuan kami bukan menjadi Barca kedua," ujar Lahm kepada Sport Bild.

"Di bawah Pep Guardiola, sepanjang dua pertiga musim ini, kami menunjukkan bahwa kami bisa memainkan gaya yang unik dan sangat sukses: presisi dan berbahaya dalam menyerang dan ya, seperti Barcelona, dengan penguasaan bola, karena penguasaan bola berarti mengontrol permainan," bebernya.

"Kami tak pernah memainkan tiki-taka. Namun, bersama Pep Guardiola, kami telah menemukan cara efektif dalam memainkan sepakbola di level tertinggi," kata bek internasional Jerman ini.

Menurut Lahm, penurunan performa Bayern lebih dikarenakan kegagalan para pemain menjalankan instruksi yang diberikan Guardiola secara sempurna.

"Kami perlu memiliki keyakinan untuk memastikan sistem kami berhasil sepanjang musim," katanya.

(mfi/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads