Bayern Munich dan Borussia Dortmund seakan-akan hampir pasti mendominasi Bundesliga musim ini. Di luar keduanya, siapa kira-kira yang akan meraih tiket terakhir Liga Champions?
Membayangkan Bayern terpeleset keluar dari zona Liga Champions memang sulit. Dengan dukungan skuat yang dalam dan kualitas di atas rata-rata, Die Roten cukup untuk meraup poin maksimal di mayoritas laga musim ini.
Sementara Dortmund, andai tampil lebih konsisten ketimbang dua musim sebelum ini, jaminan untuk mengganggu Bayern dalam usaha mempertahankan gelar jadi milik mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jens Keller akan memulai musim ketiganya bersama Schalke dengan skuat yang tidak banyak berubah ketimbang musim lalu. Perbedaannya, Schalke banyak mengambil pemain dari youth system --yang sudah menghasilkan pemain seperti Julian Draxler.
Sejak awal Keller memang mengatakan bahwa dia ingin membangun mental baja di skuatnya yang relatif masih muda. Keller juga merasa, timnya tidak perlu banyak perubahan lantaran merasa sudah cukup bagus.
Keller masih akan memaksimalkan kemampuan pemain-pemain seperti Kevin-Prince Boateng, Sidney Sam, dan Max Meyer. Datangnya Eric Maxim Choupo-Moting membuat Keller mulai bereksperimen untuk memainkan formasi 4-4-2, dengan Moting dan Klaas-Jan Huntelaar diduetkan di lini depan.
Jika tidak demikian, ada kemungkinan Keller memilih untuk bermain dengan satu penyerang dengan pemain-pemain seperti Boateng, Meyer, Sam, dan Draxler di belakangnya.
Dari kubu Leverkusen, datangnya Josip Drmic, yang mencetak 17 gol dalam 33 laga bersama FC Nuremberg musim kemarin, diharapkan menambah daya gedor. Sisanya, Son Heung-Min yang mencetak 10 gol musim kemarin dan Stefan Kiessling yang menorehkan 14 gol masih dipertahankan.
Son diperkirakan akan menjadi salah satu pemain kunci Leverkusen setelah tampil oke musim lalu. Selain Son, pemain anyar asal Turki, Hakan Calhanoglu, juga diprediksi menjadi bintang baru. Calhanoglu jugalah yang membantu HSV selamat dari degradasi musim kemarin.
Roger Schmidt, sebagai pelatih anyar Leverkusen, dipuji oleh petinggi klub lantaran niat memainkan sepakbola menyerang. Tak heran jika pemain-pemain seperti Drmic dan Calhanoglu disebut bakal cocok di Leverkusen. "Tim yang dia latih selalu memainkan sepakbola modern dari masa depan," ujar Direktur Olahraga Leverkusen, Rudi Voeller, di situs resmi Bundesliga.
Di luar Schalke dan Leverkusen, masih ada VfL Wolfsburg dan Borussia Moenchengladbach siap untuk bersaing. Wolfsburg juga masih berbekal mayoritas pemain dari musim kemarin seperti Luis Gustavo dan Kevin De Bruyne. Tambahan paling anyar untuk skuat mereka adalah Nicklas Bendtner --yang sedang tanpa klub setelah dilepas oleh Arsenal.
Gladbach sendiri masih akan berpegang pada filosofi permainan menyerang pelatih mereka, Lucien Favre. Kendati demikian, Favre sendiri mengakui bahwa tidak mudah untuk bisa menembus zona empat besar.
"Sulit untuk menembus top five yang diisi oleh Bayern Munich, Borussia Dortmund, Schalke, Leverkusen, dan Wolfsburg. Lalu, masih ada juga tim-tim seperti Hannover, Hamburg SV, dan Stuttgart yang sudah menginvestasikan dana pada skuat pada musim panas ini. Mereka memperkuat skuat mereka dengan baik," kata Favre.
(roz/din)











































