Saatnya Klopp ke Inggris (dan Gantikan Rodgers?)

Saatnya Klopp ke Inggris (dan Gantikan Rodgers?)

- Sepakbola
Senin, 24 Nov 2014 15:28 WIB
Saatnya Klopp ke Inggris (dan Gantikan Rodgers?)
REUTERS/Ina Fassbender
Dortmund - Juergen Klopp telah berhasil membangun reputasinya sebagai salah satu manajer muda yang sukses di Eropa. Jika ada kesempatan bekerja di luar Jerman, disebut-sebut inilah waktunya.

Reaksi fans Liverpool mungkin akan beragam apabila manajernya saat ini, Brendan Rodgers, sudah saatnya dievaluasi. Yang jelas, The Reds hanya menang 2 kali dari 9 pertandingan terakhirnya di Liga Inggris.

Di musim keduanya membesut Steven Gerrard dkk., Rodgers ternyata menemui hambatan besar. Padahal di musim lalu ia membuat gebrakan besar dengan membawa "Si Merah" menjadi runner-up liga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, kekalahan Liverpool dari Crystal Palace tadi malam (22/11) memunculkan spekulasi tentang nasib Rodgers. Bahkan orang Wales itu sendiri sudah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya "tidak cukup sombong untuk mengklaim tidak akan dipecat".

Spekulasi Rodgers memunculkan nama Klopp untuk masuk ke Anfield. Sejumlah media langsung menjadikan orang Jerman itu kandidat pertama sebagai pengganti Rodgers, apabila Liverpool memutuskan mencari pelatih baru.

Bak gayung bersambut, ada kabar bahwa Klopp memberi sinyalemen untuk melatih klub lain di negara lain terutama Inggris.

"Setelah Jerman, kupikir Inggris adalah satu-satunya negara di mana aku mungkin harus bekerja. Karena hanya Inggris negara yang bahasanya sedikit aku kuasai, dan bahasa itu sangat dibutuhkan dalam pekerjaanku ini," ujar pria 47 tahun itu, dilansir situs ESPNFC.

"Jadi, kita lihat saja nanti. Kalau ada yang meneleponku, ya kita akan membicarakannya."

Mainz adalah klub pertama yang ditangani Klopp sebelum mengarsiteki Dortmund sejak 2008. Ia memberi Dortmund 2 gelar Bundesliga, satu Piala Jerman, dua Piala Super Jerman, serta runner-up Liga Champions (2013). Klopp juga dua kali terpilih sebagai manajer terbaik Jerman di tahun 2011 dan 2012.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads