Dua Versi Dortmund di Jerman dan Eropa

Dua Versi Dortmund di Jerman dan Eropa

- Sepakbola
Kamis, 05 Feb 2015 10:42 WIB
Dua Versi Dortmund di Jerman dan Eropa
Alex Grimm/Bongarts/Getty Images
Jakarta -

Borussia Dortmund mengalami fenomena yang sangat aneh terkait jebloknya mereka di Bundesliga. Meski terkapar di kompetisi domestik, Die Borussen masih sangat bertaring di Liga Champions.

Dortmund menelan kekalahan nomor 11-nya di musim ini saat menjamu Augsburg, Kamis (5/2/2015) dinihari WIB tadi. Hasil pahit yang diterima di depan 80.000 pendukung yang memenuhi Signal Iduna Park tersebut makin menenggelamkan skuat besutan Juergen Klopp di dasar klasemen Bundesliga.

Statistik Dortmund di Bundesliga luar biasa buruk di musim ini. Dari 19 laga yang sudah dijalani cuma empat kemenangan diraih, empat laga lainnya berakhir imbang dan menelan 11 kekalahan. Baru meraih 16 poin, Dortmund terpaut jurang 30 angka dengan Bayern Munich di puncak klasemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka-angka tersebut jadi kemunduran besar bagi klub yang musim lalu jadi runner up Liga Jerman dan merebut titel juara Bundesliga 2010–11 dan 2011–12.

Anomali Dortmund di Bundesliga tidak menular ke Liga Champions. Di pentas Eropa mereka masih punya taji dan telah berhasil melangkah ke babak 16 besar sebagai pemuncak klasemen Grup D, meski hanya unggul selisih gol atas Arsenal yang jadi runner up.

Dari enam laga di kompetisi teratas klub-klub Eropa itu Dortmund meraih empat kemenangan dan masing-masing sekali imbang dan kalah. Mats Hummels dkk mengandaskan Arsenal pada matchday pertama, meraih kemenangan telak 4-0 dalam lawatan ke kandang Galatasaray yang terkenal angker serta menggasak RSC Anderlecht 3-0 di Belgia.

Satu-satunya kekalahan yang didapat Dortmund adalah ketika tunduk 0-2 di Emirates Stadium. Ketika itu media Inggris menyebut The Gunners mengalahkan Dortmund yang bermain dengan 'versi Bundesliga'. Sementara satu hasil imbang adalah saat menjamu Anderlecht, ketika tiket ke 16 besar sudah dikantongi.

Seberapa lama Dortmund akan bisa mempertahankan versi tangguh mereka di Liga Champions menarik untuk dinantikan, mengingat penampilan mereka di Bundesliga tidak kunjung membaik. Di fase knock out Juergen Klopp akan menghadapi jawara Serie A, Juventus.

"Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan (kenapa Dortmund lebih tangguh di Eropa). Kami memulai Liga Champions dengan baik. Kami memenangi empat pertandingan pertama, semua dengan kemenangan yang pantas. Tapi di Bundesliga kondisinya sangat berbeda. Kami selalu lebih dulu tertinggal pada tembakan ke gawang yang mengarah ke kami dan mendapatkan nasib buruk," ucap Hummels di situs resmi UEFA.

"Gaya bermain membuat perbedaan. Di Liga Champions kami bisa lebih leluasa memainkan serangan balik, sebagaimana biasa kami lakukan. Di Bundesliga kami tidak bisa melakukan itu karena dominannya kami dalam beberapa musim terakhir," ujarnya lagi.

(din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads