Kalah Lagi, Weidenfeller dan Hummels pun Harus Hadapi Kemarahan Fans

Kalah Lagi, Weidenfeller dan Hummels pun Harus Hadapi Kemarahan Fans

- Sepakbola
Kamis, 05 Feb 2015 10:52 WIB
Kalah Lagi, Weidenfeller dan Hummels pun Harus Hadapi Kemarahan Fans
REUTERS/Ina Fassbender
Dortmund -

Kekalahan ke-11 diterima Borussia Dortmund di Bundesliga, makin membenamkan mereka ke dasar klasemen. Usai laga kontra Augsburg malam tadi, Roman Weidenfeller dan Mats Hummels pun harus menghadapi kemarahan fans.

Hasrat Dortmund untuk segera bangkit di liga masih belum terwujud juga. Menjamu Augsburg di Signal Iduna Park, Kamis (5/2/2015) dinihari WIB tadi, mereka takluk 0-1 lewat gol tunggal Raul Bobadilla.

Makin ironis untuk Dortmund, mereka sebenarnya bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah Christoph Janker dikartu merah wasit pada menit ke-64. Yang lebih pahit lagi, itu adalah kekalahan pertama dari Augsburg sepanjang sejarah pertemuan mereka. Delapan pertemuan, tujuh kali sebelumnya tak pernah kalah dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak asuh Juergen Klopp pun belum mampu beranjak dari posisi juru kunci. Mereka baru mengemas nilai 16 dari 19 pekan, mengoleksi hanya empat kemenangan dan sudah mengalami 11 kekalahan.

Performa yang tak kunjung membaik plus kekalahan tragis malam tadi lantas membuat para suporter kesal. Selepas peluit panjang ditiupkan wasit, para penggemar yang berada di sektor belakang gawang bersiul-siul dan berteriak mengungkapkan kekesalannya.

Melihat situasi ini, dua penggawa Dortmund yakni Weidenfeller yang merupakan anggota senior tim dan Hummels yang menjabat ban kapten, berinisiatif mendekati penonton dan berinteraksi. Sejumlah fans tak ragu menyuarakan kekecewaan dan kemarahannya sambil menunjuk-nunjuk Weidenfeller dan Hummels, dengan gestur yang tegas dari balik pagar pembatas bahkan ada yang duduk di atasnya demi mendekati pemain.

Sementara anggota tim lainnya bersama Klopp berada di tengah lapangan, memandangi kedua rekannya dan tampak gurat kekecewaan.

"Jika sebuah tim berada di posisi ini setelah 19 pertandingan, maka tidak akan bisa diterima untuk tidak memahami reaksi para penggemar," kata Hummels dilansir Daily Mail.

Dortmund sendiri sejatinya tampil cukup dominan, meski penguasaan bola relatif berimbang dengan perbandingan 52%-48% untuk sedikit keunggulan tuan rumah. Hummels dkk. melepaskan total 15 tembakan dengan enam mengarah ke gawang, sementara lawannya delapan percobaan dan hanya tiga yang tepat sasaran. Artinya cuma separuh peluang Augsburg dibandingkan milik Dortmund yang benar-benar mengancam gawang, tapi justru berhasil mencuri satu gol.

"Kami layak disebut apapun malam ini. Bertarung itu juga berarti punya keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat. Kami tak punya itu malam ini," kata Klopp usai laga.

"Ini menyakitkan, tidak diragukan lagi. Kami melakukan segalanya dengan salah saat ini. Kami tidak menghasilkan apapun dari peluang-peluang kami," tambahnya.



(raw/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads