Skandal Mafia di Sepakbola Jerman
Dua Wasit Bantah Pernyataan Hoyzer
Selasa, 08 Feb 2005 11:13 WIB
Jakarta - Juergen Jansen dan Felix Zwayer, dua wasit yang ikut terseret skandal match-fixing membantah pernyataan Robert Hoyzer yang mengatakan mereka juga memanipulasi pertandingan. Kepada media Tagesspiegel am Sonntag, Zwayer menjelaskan bahwa keterangan yang diberikan oleh Hoyzer adalah palsu. Memang Hoyzer memintanya untuk melakukan match-fixing di partai divisi II antara Rot-Weiss Essen versus FC Koln, namun Zwayer menolak permintaan Hoyzer."Saat saya mendapatkan tawaran dari Hoyzer, saya berdiskusi dengan rekan wasitku. Saya pun langsung menolak permintaan Hoyzer," ujar Zwayer dikutip Guardian, Selasa (8/2/2005).Β Β Β Β Bantahan Zwayer ini melengkapi pernyataan Jansen yang sudah terlebih dulu melakukan bantahan. Dua wasit top ini tertekan begitu mereka juga dikaitkan sebagai tersangka match-fixing akibat pernyataan Hoyzer. Wasit berusia 25 tahun itu membeberkan bahwa selain dirinya yang memanipulasi pertandingan masih ada banyak orang yang terlibat, baik rekan kerjanya, pemain maupun ofisial. Untuk melakukan match-fixing, Hoyzer mengaku mendapatkan sebuah plasma TV dan kocek sebesar 67 ribu euro atau sekitar 700 juta rupiah.Skandal itu menjadi isu terbesar yang melanda sepakbola Jerman dalam kurun waktu 30 tahun. Di tahun 1970-1971 pernah terjadi skandal yang sama yang melibatkan 18 tim kuat divisi I. Termasuk tim Schalke dimana pemain Klaus Fischer, Klaus Fichtel dan Rolf Ruessmann terbukti melakukan manipulasi saat melawan Arminia Bielefeld di April 1971. (erk/)











































