Goetze mengakhiri kerjasamanya dengan Dortmund sejak 2001 setelah memutuskan menyeberang ke tim rival, Bayern, pada musim panas 2013. Kepindahan itu membuat Goetze dicap pengkhianat oleh sebagian suporter Die Borussen.
Pasalnya, Goetze merupakan 'produk' akademi Dortmund. Setelah menembus tim senior, pesepakbola 22 tahun itu menjadi salah satu pemain penting yang mengantar klub menjuarai Bundesliga dua musim beruntun, satu DFB-Pokal, dan maju ke final Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kohler pernah membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 1990 dan Eropa 1996 sedangkan bersama Dortmund, ia merebut dua titel Bundesliga dan Liga Champions. "Saya mesti jujur dan bilang bahwa saya tidak suka sama sekali dengan performa Goetze di Bayern," tulis dia dalam kolomnya di Kicker.
"Tentu saja, dia sudah mencetak beberapa gol tapi dia sepertinya kurang bahagia di atas lapangan. Saya tidak lagi dapat melihat aksi individual dia yang luar biasa," lanjut eks pemain yang berkarier di awal era 80-an sampai awal 2000 itu.
"Bagi saya, dia adalah pemain yang lebih baik saat masih di Dortmund. Memang, tekanan di klub seperti Bayern bisa saja mempengaruhi. Mereka siap menyalahkan Anda ketika Anda bermain buruk. Mungkin ini yang sedikit menahan dia," imbuh Kohler.
Di akhir pekan ini, Goetze akan kembali ke klub lamanya saat Bayern melawat ke markas Dortmund dalam duel Der Klassiker, Sabtu (4/4/2015) malam WIB.
(rin/mrp)











































