<I>Danke</I>, Jurgen

<I>Danke</I>, Jurgen

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Minggu, 24 Mei 2015 13:29 WIB
Danke, Jurgen
Getty Images
Dortmund - Tak ada piala di musim ini sudah tak penting lagi buat fans Borussia Dortmund. Sedemikian besar kecintaan mereka pada Juergen Klopp yang segera meninggalkan mereka.

23 Mei 2015, Signal Iduna Park -- atau yang lebih dulu populer dengan nama Westfalenstadion. Dortmund melakoni laga pamungkasnya di Bundesliga musim ini melawan Werder Bremen. Jika kalah, mereka tidak bisa finis di peringkat ketujuh, dan itu berarti mereka bahkan tidak lolos ke Liga Europa musim depan.

Klopp berdiri di hadapan 80.667 penonton, yang selalu saja menguningkan seisi stadion. Klopp tahu, itulah malam terakhir dia berada di sana, tempat yang sudah menjadi bagian dirinya sejak 2008.

Pria berusia 47 tahun bersorak gembira ketika Shinji Kagawa menjebol gawang lawan di menit 15 -- dan dua menit kemudian disambung oleh gol Pierre-Emerick Aubameyang. Awal yang bagus buat Die Borussen.

Memasuk pertengahan babak pertama, persisnya di menit 27, Bremen, memperkecil skor melalui Levin Mete Oztunali. Klopp menegang lagi. Tapi Henrik Mkhitaryan mengamankan posisi lagi dengan mencetak gol ketiga buat tuan rumah di menit 42.

Babak kedua berjalan mungkin dirasakan berlangsung "sangat lama" oleh Klopp. Aplagi di menit 85 Bremen kembali mencetak gol melalui Theodor Gebre Selassie. Skor pun menjadi 3-2, untungnya masih buat Dortmund.

Dan begitu peluit panjang berbunyi, selesai semua. Dortmund, yang di awal 2015 mendekam di dasar klasemen sementara, perlahan-lahan kembali naik, dan akhirnya finis di posisi ketujuh. Sangat jauh dari ekspektasi, tapi inilah yang bisa dicapai Klopp -- sementara dia hanya bisa mengantar Dortmund ke babak perempatfinal Liga Champions di musim ini.



Namun, apapun yang dilakukan Klopp, fans Dortmund terlanjur membanggakan dirinya. Dua titel Bundesliga di tahun 2011 dan 2012, plus gelar runner-up Liga Champions 2013, adalah sebuah sejarah tersendiri untuk klub ini.

Dan Klopp pun menangis saat perpisahan itu tiba. Sebuah spanduk raksasa bertuliskan "Danke Jurgen (Terima kasih Jurgen)", dibentangkan besar-besar oleh suporter untuk sang pelatih kesayangan.

Bersama gelandang veteran Sebastian Kehl yang juga pensiun, Klopp secara khusus memberi pidato perpisahannya dengan publik Westfalenstadion melalui tayangan video yang diputar di dalam stadion.

"Kebersamaan kita selama tujuh tahun berakhir minggu depan (Dortmund memainkan final Piala Jerman melawan Wolfsburg di Berlin -- Red). Kita bersama-sama untuk terakhir kalinya di stadion ini, yang mana sudah menjadi rumah saya," ucap Klopp.

"Saya menikmati setiap detik keberadaan saya di sini, di dalam stadion ini dan di setiap tempat bersama kalian. Kami sangat beruntung datang ke sini di tahun 2008. Sebuah winwin situation.



"Saya (akan pergi) dengan membawa sekarung penuh berisi kenangan-kenangan positif. Terima kasih untuk setiap dan semua karyawan klub. Sangat menyenangkan bekerja bersama kalian.

"Sungguh sebuah kehormatan bisa bekerja di klub ini. Inilah salah satu kisah terbaik dalam sepakbola yang pernah saya dengarkan."

Banyak airmata yang tumpah malam itu. Dan juga tawa.





(Andi Abdullah Sururi/Kris Fathoni W)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads