Musim lalu Borussia Moenchengladbach tampil mengejutkan dan berhasil finis tiga besar untuk bisa lolos ke Liga Champions. Memasuki musim yang baru, patut disimak bagaimana kelanjutan performa Gladbach tersebut.
Gladbach tak banyak dijagokan bakal bersaing untuk duduk di posisi empat besar. Sebab di awal musim lalu Borussia Dortmund, Schalke 04, dan Bayer Leverkusen masih jadi kandidat utama pesaing Bayern Munich.
Tapi pada perjalanannya, Dortmund dan Schalke, dirundung masalah inkonsistensi penampilan. Gladbach justru tampil menggeliat sepanjang musim, meski materi pemainya tak sebagus Dortmund atau Schalke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan Yan Sommer, Fabian Johnson, dan Thorgan Hazard lantas dinilai sebagai transfer pintar, karena ketiganya mampu menggantikan peran para pemain yang pergi. Favre mampu menyatukan para pemain baru dengan muka lama seperti Granit Xhaka, Patrick Herrmann, Max Kruse, dan Christoph Kramer.
Gladbach bermain kolektif dan sulit ditaklukkan. Walhasil di akhir musim mereka finis posisi ketiga, naik dua tingkat dari musim sebelumnya, untuk lolos langsung ke fase grup Liga Champions.
Itu adalah pencapaian terbaik Gladbach sejak promosi lagi ke Bundesliga pada 2008 dan tantangan besar ada di musim, apakah bisa Die Fohlen bisa mempertahankannya.
Apalagi rival-rival sudah memperkuat diri, terutama Dortmund, yang enggan lagi terlempar dari empat besar. Skuat Gladbach sendiri relatif masih sama meski harus kehilangan Max Kruse yang dijual ke Wolfsburg, yang merupakan salah satu rival mereka.
Posisi Kruse pun diganti oleh Josep Drmic, yang digaet dari Leverkusen. Apakah skuat Gladbach ini masih mampu bersaing atau tidak, patut ditunggu perjalannya selama musim 2015/2016. Apalagi mereka juga bakal bermain di Liga Champions, kompetisi yang menuntut tenaga ekstra di dalamnya.
Namun, mereka setidaknya harus lebih dulu melakoni laga pembuka kontra Dortmund di Signal Iduna Park, Sabtu (15/8) mendatang.
(mrp/din)











































