Lewandowski di Tangan Klopp: Dari Bukan Siapa-siapa Jadi Bintang Lapangan

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 12 Okt 2015 00:31 WIB
Getty Images/Alexander Hassenstein/Bongarts
Liverpool -

Bagi Juergen Klopp, mendapatkan pemain bintang bukan sebuah tantangan. Klopp lebih suka menyulap seorang pemain biasa-biasa saja menjadi bintang lapangan.

Sebut saja nama-nama seperti Shinji Kagawa, Robert Lewandowski, Ilkay Guendogan, Mats Hummels, Marco Reus, Neven Subotic, dan Mario Goetze, yang di klub sebelumnya relatif tak terkenal kemudian tiba-tiba jadi bahan perbincangan di seluruh penjuru dunia.

Di tangan para pemain itulah, Borussia Dortmund bangkit dari tidur panjangnya setelah nyaris bangkrut sebelum Kloppp menangani tim itu di tahun 2008.

Yang paling mengilap untuk saat ini tentu Lewandowski, bomber asal Polandia yang sedang getol mencetak gol untuk Bayern Munich serta Polandia. Musim ini dia sudah bikin 16 gol dari 11 penampilan di seluruh kompetisi bersama Bayern, termasuk 12 gol di Bundesliga.

Tak dipungkiri Lewandowski adalah penyerang tengah terbaik Eropa saat ini, dari sebelumnya pemain yang cuma bermain di klub Liga Polandia, Lech Poznan, dan nyaris pindah ke Blackburn Rovers pada 2009. Ini semua berkat jasa besar Klopp yang mempercayai penuh Lewandowski selama melatih Dortmund.

"Kepuasan terbesar yang Anda bisa dapatkan adalah ketika membeli pemain (Lewandowski) dari Polandia, dari sebuah klub kecil, dan melihat penampilannya saat ini," ujar Klopp seperti dikutip Soccerway

"Perbedaaannya begitu luar biasa, antara dia dulu dan dia sekarang. Saya tidak ingin menyombongkan diri dengan berpikir hanya saya yang berperan dalam perkembangannya, tapi jelas saya punya andil besar di sana," sambungnya.

"Kita semua tahu semua pemain terbaik saat ini. Kita tidak akan pernah tahu hari esok, jadi kami bisa bekerja keras untuk ini. Keinginan untuk tampil lebih baik adalah yang terpenting untuk pemain asuhan Klopp. Karakter."

Hal itu tentu ingin Klopp terapkan di klubnya saat ini, Liverpool, memang punya banyak pemain muda berkualitas dan butuh sentuhan dinginnya untuk bisa meroketkan prestasi tim, sama seperti saat di Dortmund.

"Ketika saya menangani klub, setiap pemain muda harusnya senang karena kesempatan main mereka lebih besar dari sebelumnya. Pintu terbuka lebar dan saya tidak peduli soal pengalaman. Pengalaman memang penting, tapi bukan yang terpenting."

"Tentu saja segalanya akan berjalan sempurna, ketika Anda punya pemain top dan bisa mempertahakannya untuk 2-3 musim. Tapi para pemain muda sangatlah menantang. Saya sangat menikmatinya," tutupnya.

(mrp/nds)