Kingsley Coman merasa Paris St-Germain sudah menghambat kariernya. Kini, Coman bersyukur keputusannya meninggalkan Les Parisiens membuat kariernya lebih baik.
Coman adalah didikan akademi PSG yang memainkan debutnya di tim senior pada tahun 2012. Sayangnya, Coman tak mendapat kesempatan unjuk gigi mengingat banyaknya pemain bintang di klub tersebut.
Setelah hanya bermain empat pertandingan, Coman pindah ke Juventus pada musim 2014 dengan status bebas transfer. Di klub tersebut. Coman mulai bisa unjuk performanya meski tak selalu jadi pilihan utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Bayern punya persaingan yang tak kalah sengitnya dibanding PSG, Coman nyatanya mampu memikat hati Pep Guardiola yang memainkannya sebanyak 11 kali dan mencetak dua gol. Coman bahkan lebih sering bermain sebagai starter.
Penampilan bagus di klub itu lantas membuat pesepakbola 19 tahun itu mendapat panggilan pertama kalinya ke timnas senior Prancis untuk laga persahabatan kontra Jerman dan Inggris pertengahan bulan ini.
Wajar jika Coman merasa puas dengan perkembangan kariernya selama setahun ini. Dia pun sama sekali tak menyesali keputusannya untuk meninggalkan PSG.
"Saya meninggalkan Juventus karena ingin bermain di tim yang cocok dengan gaya main saya," ujar Coman seperti dikutip Soccerway.
"Saya tahu saya akan lebih sering bermain di Bayern karena tim ini lebih cocok dengan kualitas permainan saya," sambungnya.
"Saya berterima kasih bahwa saya bermain di Juventus, sangat positif untuk saya mengingat saya lebih mendapat waktu main dan benar-benar menjadi seorang pemain profesional, tidak hanya di pusat latihan seperti di PSG."
"Alasan saya meninggalkan PSG adalah saya masih saja dianggap sebagai pemain muda lulusan akademi dan saya merasa tidak mungkin untuk meraih tempat di tim itu."
"Saya belajar banyak soal taktik di Juve. Saya bermain di tengah dan saya harus belajar bagaimana bermain tanpa bola. Tak ada hal-hal buruk yang bisa saya katakan soal mereka."
"Saya tidak menyesali keputusan saya. Saya baru menjalani fase awal dalam karier saya dan kita lihat apakah saya sudah membuat keputusan yang tepat. Bagi saya, keputusan yang tepat untuk meninggalkan PSG," tutupnya.
(mrp/cas)











































