Tugas Guardiola sebagai pelatih yang memimpin Bayern saat pertandingan resmi berakhir akhir pekan lalu. Guardiola menutup era singkatnya di Bayern dengan gaya: Meraih trofi DFB-Pokal dengan mengalahkan rival berat, Borussia Dortmund.
Baru 8 tahun Guardiola menjadi seorang pelatih, terhitung sejak awal musim 2008/2009. Di ujung musim 2008/2009, alias setahun setelah menjadi pelatih, ia mulai mengumpulkan trofi. CV-nya amat impresif. Trofi DFB-Pokal yang didapat akhir pekan lalu merupakan trofi ke-21 yang diraihnya selama jadi pelatih. Jika dirata-rata, Guardiola mendapatkan tiga trofi per tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai musim depan, Guardiola akan menjadi manajer City. Jika melihat catatan impresifnya, ekspektasi untuk segera memberikan trofi untuk The Citizens jelas ada.
"21 titel dalam 7 tahun, 3 titel per tahun... Tidak buruk!" ujarnya seperti dilansir AS.
"Tapi, saya agak beruntung bisa melatih tim seperti Barcelona dan Bayern Munich, kedua klub ini luar biasa."
"Mereka punya pemain-pemain yang bisa membantu Anda melakukan yang terbaik. Tapi, masa-masa saya di Jerman bukan cuma soal trofi saja, tetapi juga soal kehidupan saya di sini, Bundesliga-nya sendiri, dan stadion yang selalu terisi penuh," kata Guardiola.
Bagaimana di City? Musim ini, City mendapatkan satu trofi: Piala Liga Inggris. Mereka juga sukses melaju sampai babak semifinal Liga Champions. Guardiola sendiri diharapkan bisa membawa City berbicara lebih banyak di Eropa.
(roz/krs)











































