Dortmund memboyong Isak dari klub Swedia, AIK, dengan nilai transfer yang kabarnya mencapai 10 juta euro (sekitar Rp 143 miliar). Pesepakbola yang kini berusia 17 tahun itu telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Die Borussen.
Untuk mendapatkan Isak, Dortmund kabarnya harus bersaing dengan klub-klub raksasa lain seperti Real Madrid, Barcelona, dan Manchester United. Boleh dikatakan Dortmund sudah mendapat "berlian" lain dalam diri Isak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua orang itu memang mengurus transfer Dortmund sejak Juergen Klopp masih jadi pelatih dan kini berlanjut ke Tuchel. Namun kali ini keduanya tak membicarakan dulu pembelian Isak dengan Tuchel.
Walaupun terkesan "melangkahi" tugasnya sebagai pelatih, Tuchel tak berkeberatan dengan apa yang dilakukan Zorc dan Watzke mengingat hal itu sudah biasa.
"Ada beberapa transfer di mana Anda sebagai pelatih terlibat dari awal. Transfer seperti itu biasanya memang untuk kebutuhan tim. Anda harus terlibat dari awal," ujar Tuchel seperti dikutip Soccernet.
"Ada beberapa transfer seperti Alexander Isak yang didasari pengamatan pemandu bakat dan juga Michael Zorc. Ini artinya mereka tahu kualitas pemain dan dia (Isak) itu hasil pantauan mereka karena saya tidak tahu sama sekali soal pemain itu," sambungnya.
"Ini sama halnya seperti pembelian musim panas lalu yakni Ousmane dan Emre Mor. Mereka dipantau. Saya hanya terlibat di akhir-akhir saja. Itu wajar kok," tutupnya.
(mrp/mfi)











































