Bayern mengawali musim dengan kurang oke ketika mereka terseok-seok di Bundesliga dan juga Liga Champions. Kekalahan 0-3 dari Paris Saint-Germain akhir September lalu jadi palu pemecatan untuk Carlo Ancelotti.
Selain kekalahan dari PSG, Bayern juga sudah dua kali kehilangan angka di Bundesliga saat ditaklukkan Hoffenheim dengan skor 0-2 dan diimbangi Wolfsburg 2-2
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 14 gol dibuat dan gawang Bayern pun cuma kebobolan dua gol. Bayern kini malah memuncaki klasemen Bundesliga dengan 23 poin dari 10 laga, unggul tiga angka dari Borussia Dortmund di posisi kedua yang sebelumnya menjadi pemuncak.
Baca juga: Bayern-nya Heynckes Meluncur Mulus |
Dengan performa yang makin oke di tangan Heynckes, Bayern pun diprediksi bakal makin menggila dan mungkin saja menuntaskan musim dengan tiga gelar di tangan, seperti sebelum Heynckes pergi pada 2013.
"Ya, saya pernah dilatih olehnya dalam situasi serupa, kemudian ada manajer lain menggantikannya di akhir musim," ujar mantan bek Bayern, Lucio, kepada DAZN.
"Dia tipikal orang Jerman pada umumnya. Dia sangat menuntut. Dia sangat ingin menang dan sudah mencatatkan sejarah juara di Bayer Munich. Itulah yang memberikan kredibilitas untuknya bekerja di Bayern saat ini," sambungnya.
"Seperti yang sudah saya katakan, dia sangat ingin menang dan tidak ada bedanya di Bayern. Tekanan untuk memenangi Liga Jerman dan Liga Champions itu sangat tinggi. Tapi dia tahu harus bagaimana dan saya yakin dia akan sangat berguna untuk Bayern," tutup Lucio yang membela Bayern sedari 2004 hingga 2009 itu.
(mrp/cas)











































