Penjara Menanti Wasit Hoyzer
Kamis, 17 Nov 2005 23:50 WIB
Jakarta - Ingat Robert Hoyzer? Wasit asal Jerman ini akhirnya mendapatkan ganjaran atas pengaturan skor yang dilakukannya. Penjara menanti Hoyzer untuk dihuni. Dilansir Reuters, Kamis (17/11/2005), pengadilan menjatuhkan Hoyzer dan rekan seprofesinya Dominik Marks bersalah atas kasus pengaturan skor yang dilakukan keduanya di beberapa partai divisi dua dan Piala Jerman. Hoyzer dijatuhi hukuman penjara dua tahun lima bulan, sementara Marks harus menghuni hotel prodeo selama satu tahun enam bulan. Hukuman penjara menjadi sebuah kejutan mengingat jaksa hanya menuntut agar wasit 26 tahun ini dilarang mengadili pertandingan sepakbola saja. Tetapi keputusan ini belum mengikat, mengingat Hoyzer dan pengacaranya siap mengajukan banding. "Yang dilakukan Hoyzer memang bukan tindakan yang merusak. Tetapi itu tetap kejahatan yang serius," ucap hakim Gerti Kramer. "Dia menyalahi tugasnya sebagai penjaga netralitas pertandingan," lanjut Kramer. "Kami dan Hoyzer sangat kecewa dengan keputusan itu. Bahkan jaksa penuntut hanya meminta sanksi skorsing saja," tukas pengacara Hoyzer Thomas Hermes. Di pengadilan, keduanya mengaku telah menerima suap dari gembong mafia Kroasia Ante Sapina yang besarnya mencapai jumlah dua juga euro. Uang itu dipergunakan buat mengatur skor beberapa pertandingan yang dipimpin Hoyzer dan Marks di beberapa partai divisi dua dan Piala Jerman.Kabarnya, sebagai upah aksinya Hoyzer mendapatkan uang sejumlah 67 ribu euro. Itu belum termasuk barang mewah seperti satu set televisi mewah. Marks diduga mendapatkan 36 ribu euro dari keterlibatannya di empat partai.Sementara Sapina mendapatkan keuntungan yang nilainya ratusan ribu euro. Tetapi dia tak luput dari konsekuensi. Pria penjudi tersebut dihukum penjara dua tahun 11 bulan. Meski skandal pengaturan skor yang dilakukan Hoyser menjadi skandal paling memalukan yang terjadi di negeri ini dalam 30 tahun terakhir ini, ada hal positif yang bisa diambil karena kasus ini mencuat satu tahun sebelum gelaran Piala Dunia 2006 di gelar di Jerman. DFB (PSSI-nya Jerman-Red) sendiri berharap skandal ini tuntas sebelum 9 Desember. "Saya gembira karena pengadilan mampu memutus kasus ini 10 bulan setelah mencuat. Ancaman dua tahun setengah penjara tentunya akan membuat orang berpikir keras sebelum mencoba mempengaruhi hasil pertandingan sepakbola," tandas presiden DFB Theo Zwanziger. Foto: Hukuman penjara menanti wasit Hoyzer (vn.no) (mel/)











































