sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 02 Apr 2020 23:20 WIB

Langgar Aturan Lockdown, Jerome Boateng Didenda Bayern Munich

Adhi Prasetya - detikSport
Bayern Munichs defender Jerome Boateng is pictured during the warm up prior to the German Cup (DFB Pokal) round of 16 football match FC Bayern Munich v TSG 1899 Hoffenheim in Munich, southern German on February 5, 2020. (Photo by Christof STACHE / AFP) / DFB REGULATIONS PROHIBIT ANY USE OF PHOTOGRAPHS AS IMAGE SEQUENCES AND QUASI-VIDEO. Boateng pergi mengunjungi anaknya yang sedang sakit. Foto: AFP/CHRISTOF STACHE
Munich -

Jerome Boateng dihukum oleh klubnya, Bayern Munich. Hal itu dikarenakan ia melanggar aturan karantina yang diberlakukan oleh Die Roten.

Diberitakan harian Jerman, Bild, bek 31 tahun itu meninggalkan Munich tanpa memberitahu Bayern. Namun Boateng melakukan itu bukan tanpa alasan.

Bek berdarah Ghana itu pergi mengunjungi anaknya yang sedang sakit dan tinggal di luar kota. Namun tampaknya Bayern tak bisa membiarkan tindakan Boateng yang pergi tanpa izin.

Diketahui, negara bagian Bavaria, tempat kota Munich berada, menjadi wilayah paling terdampak virus corona di Jerman. Hingga Kamis (2/4/2020) malam WIB, dari 73.522 kasus di Jerman, 18.496 di antaranya terjadi di Bavaria.

Lockdown pun diberlakukan pemerintah. Oleh karena itu, Bayern marah saat seorang pemainnya pergi melengos begitu saja.

"Panduan yang mengatur perilaku para pemain FC Bayern dalam situasi pandemi sekarang ini sejalan dengan arahan pemerintah Bavaria terkait pembatasan pergerakan di ruang publik serta rekomendasi dari otoritas kesehatan," tulis pernyataan Bayern.

"FC Bayern percaya klub memiliki tanggung jawab sebagai teladan untuk masyarakat," sambung pernyataan itu.

Akibat tindakan indisiplinernya, Boateng pun didenda. Meski tak disebut jumlahnya, uang denda itu akan didonasikan kepada rumah sakit di Munich.

Boateng sendiri terlihat tak memusingkan hukuman yang didapatnya. Ia lebih memprioritaskan kesehatan anaknya.

"Saya tahu, saya salah karena tidak menghubungi klub, tapi saat itu di dalam pikiran saya hanya ada anak saya," ujar Boateng, membela tindakannya.

"Kondisinya sedang tidak sehat. Saat seorang anak menghubungi ayahnya, saya jelas akan pergi, tidak peduli siang atau malam."

"Demi anak, saya akan menerima hukuman itu. Lagipula, itu anak saya."

"Saya mau tahu, apakah ada seorang ayah di luar sana yang tak mau bersama dengan anaknya yang sakit dan masih berusia 4 tahun. Jika ada hukuman buat saya, saya akan menghormatinya. Tapi itu sebuah hal yang menyedihkan," sindir Boateng.



Simak Video "Sisa 5 laga, Dortmund Sudah Nyerah Salip Bayern"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com