Latihan Unik Ala Klopp Bikin Lewandowski Jadi Mesin Gol Mematikan

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 22 Des 2020 23:00 WIB
LONDON, ENGLAND - MAY 24:  Head Coach Jurgen Klopp of Borussia Dortmund (R) and player Robert Lewandowski during a Borussia Dortmund training session ahead of the UEFA Champions League final match against FC Bayern Muenchen at Wembley Stadium on May 24, 2013 in London, United Kingdom.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)
Juergen Klopp asah ketajaman Robert Lewandowski hingga menjadi mesin gol seperti saat ini (Foto: Getty Images/Alex Livesey)
Munich -

Juergen Klopp punya peran penting menjadikan Robert Lewandowski penyerang mematikan. Metode uniknya mengasah ketajaman Lewandowski saat di Borussia Dortmund.

Lewandowski saat ini menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia bersama Bayern Munich. Pria asal Polandia mampu mengemas 55 gol dari 47 laga dan mengantarkan Die Roten meraih treble usai memenangi gelar Liga Champions, Bundesliga dan DFB Pokal.

Berkat torehannya gol tersebut, Lewandowski berhak meraih gelar Sepatu Emas Eropa 2020. Teranyar, ia juga sukses menyandang gelar Pemain Terbaik FIFA 2020.

Capaian luar biasa ini tak diraih Lewandowski dengan mudah. Penyerang 32 tahun bekerja keras untuk terus meningkatkan produktivitasnya sejak masih berseragam Borussia Dortmund.

Bakat Lewandowski memang merekah bersama Dortmund pada rentang 2010 hingga 2014 sebelum direkrut oleh Bayern. Ia mengungkapkan bahwa sosok Juergen Klopp yang kala itu melatihnya di Dortmund punya peran penting untuk mengasah bakatnya menjadi seorang mesin gol.

Pria yang saat ini melatih Liverpool tersebut punya metode unik untuk mengasah ketajaman Lewandowski. Lewandowski yang direkrut Klopp pada usia 22 tahun dipaksanya untuk selalu mencetak paling tidak 10 gol saat latihan.

Jika Lewandowski berhasil melakukan hal tersebut Klopp akan memberikan 50 euro kepadanya. Namun jika gagal, Lewandowski yang harus membayar Klopp dengan nilai yang sama.

"Pelatih memberi saya 50 euro setiap kali saya mencetak 10 gol dalam sesi latihan yang sama. Dengan cara itulah kualitas saya meningkat, batasan saya didorong dan saya dibuat untuk bekerja lebih banyak," ujar Lewandowski kepada France Football dikutip dari Football Critic.

"Dalam minggu-minggu pertama saya di Dortmund, saya lebih sering memberinya 50 euro," akunya. Namun, pada akhirnya, dia menghentikannya karena itu menghabiskan terlalu banyak uang!"

"Bagi saya itu sangat berguna karena membantu untuk meningkatkan finishing saya. Saya masih muda saat itu. Klopp melihat kualitas saya dan dia ingin saya mencapai level lebih baik," ungkap Lewandowski menambahkan.



Simak Video "Arsenal Akan Cuci Gudang, Final Liga Champions Didesak Untuk Dipindah"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/aff)