Kimmich Pernah Kampanye Lawan COVID-19, Malah Belum Divaksin

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Selasa, 26 Okt 2021 06:30 WIB
MUNICH, GERMANY - OCTOBER 23: Joshua Kimmich of FC Bayern Muenchen looks on during the Bundesliga match between FC Bayern M√ľnchen and TSG Hoffenheim at Allianz Arena on October 23, 2021 in Munich, Germany. (Photo by Adam Pretty/Getty Images)
Joshua Kimmich masih menolak divaksin COVID-19 (Getty Images/Adam Pretty)
Munich -

Joshua Kimmich sempat ada di garda terdepan menghadapi pandemi COVID-19. Sayangnya, bek Bayern Munich itu belum mau divaksin. Duh!

Saat pandemi mulai muncul pada Maret 2020, aktivitas manusia di berbagai belahan dunia hampir semua terhenti, termasuk sepakbola yang sempat "mati suri" selama lebih dari tiga bulan.

Oleh karenanya, Kimmich bersama dua rekannya di Bayern Munich, Robert Lewandowski dan Leon Goretzka, melakukan penggalangan dana untuk WeKickCorona.

Saat itu dana sempat terkumpul lebih dari 2,5 juta euro dan disumbangkan untuk melawan COVID-19. Hampir dua tahun pandemi berlangsung, kondisi memang sudah berangsur membaik.

Selain karena kesigapan pemerintah masing-masing negara, adanya vaksin juga membantu mengurangi angka penularan. Sayangnya, masih banyak juga yang tergolong kaum anti-vaksin sehingga dapat membahayakan nyawa orang lain.

Di dalamnya termasuk atlet lapangan hijau yang terang-terangan menolak vaksin. Salah satunya adalah Kimmich yang belum menerima vaksin.

Fakta ini jelas membuat publik terkaget-kaget dan bahkan mengkritik aksi Kimmich yang dianggap egois. Terkait hal itu, Kimmich coba membela diri karena dia belum yakin efek jangka panjang dari vaksin COVID-19.

Meski demikian, bek 26 tahun itu selalu mematuhi protokol kesehatan. Selain Kimmich, kabarnya ada empat pemain Bayern menolak divaksin.

"Saya belum divaksin karena belum yakin dengan efek jangka panjangnya. Tentu saja saja tahu tanggung jawabnya seperti apa. Saya selalu menjaga kebersihan dan dites per 2-3 hari - semua orang berhak membuat keputusannya masing-masing," ujar Kimmich kepada Sky Germany.

"Terlepas dari itu, saya bukan penolak adanya Covid atau anti-vaksin. Saya pun tidak bilang bahwa saya tidak mau divaksin sama sekali. Mungkin saja saya bisa divaksin ke depannya," sambung Joshua Kimmich.

Bundesliga memang sudah meminta para pemainnya untuk melakukan vaksin agar kompetisi bisa berjalan lancar. Tingkat vaksinasi di Bundesliga mencapai 94 persen, termasuk pelatih dan ofisial tim, tertinggi bersama Serie A.

(mrp/nds)