Bayern Munich Tak Seharusnya Kehilangan David Alaba

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 22 Nov 2021 22:15 WIB
Austrias defender David Alaba celebrates after the FIFA World Cup Qatar 2022 qualification Group F football match Austria v Israel in Klagenfurt, southern Austria, on November 12, 2021. (Photo by Dominik ANGERER / APA / AFP) / Austria OUT
Eks Bos Bayern Munich Karl Heinz-Rummenigge menyesalkan kepergian David Alaba. Foto: AFP/DOMINIK ANGERER
Munich -

David Alaba terus bersinar bersama Real Madrid. Eks CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge berpendapat, Alaba tidak seharusnya pergi.

Bek tengah top Austria itu menghabiskan lebih dari satu dekade bersama Bayern. Memulai dari tim junior pada 2008, Alaba menembus tim utama Die Roten pada dua tahun kemudian.

Secara keseluruhan Alaba telah membuat 431 penampilan untuk Bayern dengan sumbangan 33 gol dan 55 assist di seluruh kompetisi. Alaba membantu klub Bavaria itu memenangi 10 titel Bundesliga, enam Piala DFB, dan dua Liga Champions. Pesepakbola berusia 29 tahun itu juga menjadi bagian dari skuad Bayern yang memenangi treble pada 2013 dan 2020.

Namun, Alaba akhirnya memilih meninggalkan Allianz Arena untuk menyeberang ke Real Madrid pada musim panas lalu. Alaba langsung menjadi pemain pilihan pertama pelatih Carlo Ancelotti.

Alaba telah membuat 16 penampilan untuk Madrid di seluruh kompetisi dengan sumbangan satu gol dan tiga assist di LaLiga. Alaba turut mengantar si Putih memuncaki klasemen dengan keunggulan empat poin dari juara bertahan Atletico Madrid (4), dan 10 angka dari rival beratnya Barcelona (6). Selain itu Madrid juga di ambang kelolosan ke babak gugur Liga Champions.

Rummenigge menyesalkan kepergian David Alaba dari Bayern. Akan tetapi, Rummenigge sadar, saat itu Bayern sulit menyakinkan Alaba agar menolak Madrid.

"Pada dasarnya, saya pikir semua orang setuju bahwa kepergian dia tidak seharusnya terjadi," ucap Rummenigge kepada Sky90, yang dilansir Marca. "Jangan lupa, anak itu tumbuh besar di Bayern Munich. Dia bermain di sana selama 13 tahun dan selalu menjadi bagian penting dari DNA Bayern."

"Sayang sekali segalanya menjadi sedikit mandek di fase tertentu. Baik secara ekonomi maupun berkaitan dengan keadaan sekeliling. Itu sulit dinilai sekarang. Hal pentingnya adalah, sayang sekali tidak lagi berada di sana."

"Saya pikir kasus Alaba kami sudah melakukan segalanya. Sayangnya, segalanya menjadi buntu dan pada akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan klub karena dia sudah pasti menerima sebuah tawaran yang sangat menarik dari Real Madrid."

(rin/krs)