Pemecatan Bayangi Keberhasilan Magath
Minggu, 07 Mei 2006 11:32 WIB
Munich - Untuk kedua kali berturut-turut pelatih Bayern Munich, Felix Magath mempersembahkan double title untuk Bayern. Tapi pemecatan tetap membayangi masa depannya. "Di Jerman, prestasi Anda tak pernah dihargai. Kami sudah menciptakan rekor tetapi itu sepertinya tidak berpengaruh," demikian keluh eks pelatih VFB Stuttgart itu usai mengantar Bayern meraup titel Bundesliga ke-20 seperti dilansir Reuters, Minggu (7/5/2006). Bayern menjadi kampiun musim ini setelah menahan Kaiserslautern 1-1. Dengan keunggulan enam poin, Michael Ballack cs sudah tidak mungkin disaingi oleh peringkat dua, SV Hamburg, yang menyisakan satu pertandingan saja. Titel Bundesliga itu sendiri menjadi yang kedua buat Magath. Di musim perdananya melatih FC Hollywood, pelatih yang direkrut Bayern musim lalu itu langsung menunjukkan tajinya dengan mempersembahkan double title, yakni Bundesliga dan Piala Jerman. Musim lalu klub Bavaria ini bahkan tampil sangat dominan di Jerman, dan unggul 14 angka dari peringkat dua ketika itu. Sementara musim ini Bayern juga menjadi klub pertama yang mampu menyandingkan gelar Bundesliga dengan Piala Jerman secara berturut-turut.Sayang, prestasi di kancah domestik tidak dibarengi dengan sukses di kompetisi Eropa. Dua musim di bawah kepemimpinan Magath, Bayern selalu gagal bersaing dengan klub besar yang lain. Musim lalu langkah mereka hanya perempat final, sementara musim ini lebih buruk lagi yakni perdelapan final. Dan menurut kabar, faktor itulah yang membuat manajemen Bayern akan mendepak Magath sebelum kontraknya berakhir bulan Juni 2007. Betulkah? Manajemen belum memberikan kepastian. Tetapi manajer Uli Hoeness sudah mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan pelatih 52 tahun itu."Kami senang dengan hasil ini tetapi kami menginginkan permainan sepakbola yang lebih baik," katanya. "Pertandingan kandang kami disaksikan oleh 70.000 fans setiap minggu, dan kami harus memainkan permainan sepakbola yang atraktif lebih konsisten. Itulah yang perlu kami lakukan," tambah Hoeness. Meski tidak secara gamblang mengkritik sistem pelatihannya, tapi Magath rupanya tahu diri. Jika suatu saat dirinya ditendang, dia mengaku siap. "Jujur saja, saya ingin bekerja di tempat lain. Hal yang tidak pernah saya lakukan ketika masih menjadi pemain," tandas eks pemain yang menghabiskan karirnya di satu klub -- SV Hamburg -- ini. Foto: Magath. Meski berhasil mempersembahkan dua titel domestik secara berturut-turut kontraknya dikabarkan akan diputus Bayern Munich. (AFP/Johannes Simon) (mel/)











































