Rp 878 M untuk Titel Juara

Bundesliga 2007/2008

Rp 878 M untuk Titel Juara

- Sepakbola
Rabu, 08 Agu 2007 12:40 WIB
Rp 878 M untuk Titel Juara
Jakarta - Money can buy tittle. Untuk klub sebesar Bayern Munich, cara seperti itu bisa saja dilakukan, bahkan mungkin paling menjamin untuk membayar kegagalan yang amat memalukan.Musim lalu Bayern, juara 20 kali Liga Jerman, hanya finis di peringkat keempat dan tidak masuk jajaran elit Eropa karena tidak memenuhi syarat masuk Liga Champions. Ini adalah capaian terburuk mereka dalam 11 tahun terakhir.Buat tim sebesar dan sepenting Bayern, setiap perbaikan harus dilakukan dengan cepat. Dan jika uang adalah jalannya, maka itu telah dilakukan klub yang dipresideni Franz "Kaisar" Beckenbauer itu.Anggaran belanja pemain sebesar 69 juta euro (sekiat Rp 878 miliar) telah dihabiskan. Empat bintang diboyong sekaligus untuk mengisi lini per lini. Di depan mereka menggaet Miroslav Klose dan Luca Toni, di tengah Franck Ribery, dan di belakang ada Marcell Jansen.Klose dan Toni menggantikan si tua Roy Makaay dan si pemuda Paraguay yang tak pernah benar-benar dibutuhkan, Roque Santa Cruz, plus menambal satu tempat yang ditinggalkan Claudio Pizarro yang pindah ke Chelsea.Ribery diharapkan mengisi missing link di barisan tengah Bayern, yang sejak ditinggal Michael Ballack tak pernah stabil -- walaupun tetap saja Ottmar Hitzfeld melepas katalisator bernama Owen Hargreaves. Namun trio Ribery-Mark van Bommel-Bastian Schweinsteiger tetap potensi tinggi. Jansen, bek masa depan Jerman, diharapkan menjadi solusi dari buruknya pertahanan Hollywood FC, termasuk membantu untuk tidak memberikan statistik buruk kepada kiper gaek Oliver Kahn, yang musim lalu kebobolan 40 gol! Secara materi pemain, persiapan Bayern tampaknya sudah cukup. Hitzfeld pun sudah lebih menguasai medan klub "barunya" itu karena musim lalu hanya punya waktu setengah musim untuk memperbaiki peninggalan Felix Magath.Dengan reputasi dan prestasi pelatih semelegenda Hitzfeld, Bayern semestinya bisa berbuat jauh lebih baik dibanding musim lalu. Ditambah ongkos nyaris satu triliun rupiah -- terbesar dalam sejarah klub berusia 107 tahun itu --, titel Bundesliga tentu menjadi prioritas target yang menjadi sebuah keniscayaan.Siap begitu, Ottmar? "Tujuannya memang itu, tapi saya tidak bisa menjamin untuk memenangi gelar juara," tukas sang pelatih dalam wawancaranya sebuah majalah Kicker. Merendah ataukah memang money can't but everything? (a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads